
SUKABUMI – Mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra kembali menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kelompok 3 KKN Universitas Nusa Putra menggelar sosialisasi pemanfaatan limbah sayuran menjadi pupuk organik menggunakan drum di Balai Desa Cikiray, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Minggu (6/9).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 hingga 30 tamu undangan. Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra untuk mendorong masyarakat mengelola sampah organik sejak dari sumbernya sekaligus memanfaatkannya kembali untuk kebutuhan pertanian.
Ketua Pelaksana, Syahrizal Hamdala, mengatakan sosialisasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman bahwa limbah sayuran yang selama ini dianggap tidak bernilai masih dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.
“Sebagai ketua pelaksana, saya berharap kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Kami ingin masyarakat memiliki pemahaman bahwa limbah sayuran yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, salah satunya menjadi pupuk organik,” ujar Syahrizal.
Ia menambahkan, pengelolaan limbah dari tingkat rumah tangga menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kesadaran masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kepala Desa Cikiray, Ateng, menyambut baik program yang digagas mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra tersebut.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan edukasi yang aplikatif kepada masyarakat, terutama mengenai cara memanfaatkan limbah sayuran yang dihasilkan setiap hari.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini karena memberikan edukasi yang nyata kepada masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan limbah sayuran menjadi pupuk organik,” kata Ateng.
Menurutnya, pengetahuan yang diberikan mahasiswa diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh warga sehingga persoalan sampah dapat dikurangi sekaligus memberikan manfaat bagi sektor pertanian.
“Kami berharap ilmu yang disampaikan tidak hanya berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat sehingga mampu mengurangi permasalahan sampah sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan pertanian,” ujarnya.
Memasuki acara inti, sosialisasi menghadirkan pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Dase Suherman. Ia menjelaskan pengolahan limbah sayuran menjadi pupuk organik menggunakan media drum.
Dase mengatakan, pengelolaan sampah idealnya dimulai dari sumbernya. Limbah sayuran yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari masih memiliki nilai guna apabila diproses dengan metode yang tepat.
“Pengelolaan sampah seharusnya dimulai dari sumbernya. Limbah sayuran yang dihasilkan setiap hari sebenarnya masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan cara yang tepat,” jelas Dase.
Melalui pengolahan menjadi pupuk organik, masyarakat dapat mengurangi volume sampah yang dibuang sekaligus menghasilkan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman.
“Kami berharap edukasi seperti ini dapat mendorong masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah secara mandiri,” tambahnya.
Tak hanya memberikan sosialisasi, tim KKN juga menjelaskan secara teknis cara membuat dan menggunakan alat pengolahan limbah sederhana tersebut.
Tim KKN Riset memaparkan bahan yang dibutuhkan, tahapan pembuatan, fungsi setiap bagian drum kompos, hingga cara penggunaannya. Peserta juga diperlihatkan video tutorial agar proses pembuatan dapat dipahami dengan lebih mudah.
Anggota tim, Lala Yunadia, mengatakan mahasiswa juga memperkenalkan alternatif alat kompos sederhana menggunakan ember air.
“Dalam sosialisasi kali ini, kami menjelaskan secara langsung mulai dari bahan, tahapan pembuatan, fungsi setiap bagian drum kompos, hingga video tutorial penggunaannya,” ujar Lala.
Menurutnya, alternatif tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat Desa Cikiray untuk mengolah limbah sayuran secara mandiri di rumah.
“Kami juga memberikan gambaran alat kompos sederhana lainnya menggunakan ember air agar masyarakat Desa Cikiray dapat menerapkannya secara mandiri di rumah. Harapannya, alat ini dapat membantu masyarakat mengolah limbah sayuran menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian ke depannya,” tambahnya.
Kegiatan KKN Universitas Nusa Putra tersebut berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 16.00 WIB dan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap warga Desa Cikiray dapat mulai menerapkan pengolahan limbah sayuran secara mandiri. Selain membantu mengurangi persoalan sampah organik, pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan di tingkat desa. (wdy)










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293547/original/038576300_1783733711-roster_taman_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558276/original/056214800_1776411094-unnamed__30_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7746836/original/040565800_1780554499-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7834712/original/073504000_1780655454-AMJ_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8336552/original/022857800_1782207398-pexels-minan1398-1441593.jpg)