SPMB Sekolah Maung SMKN 1 Cibadak Diserbu 1.100 Pendaftar

6 hours ago 5
Panitia SPMB SMKN 1 Cibadak membantu calon siswa saat proses pendaftaran Sekolah Maung tahun ajaran 2026/2027 yang dipadati ratusan pendaftar di hari pertama pembukaan.

SUKABUMI — Antusiasme masyarakat terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMKN 1 Cibadak tahun ajaran 2026/2027 membludak. Di hari pertama pembukaan pendaftaran program Sekolah Maung, tercatat lebih dari 1.100 calon siswa mendaftar untuk memperebutkan kuota sebanyak 608 kursi.

Kepala SMKN 1 Cibadak, Iwan, menjelaskan bahwa tahun ini sekolahnya resmi ditunjuk sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung), sebuah program pendidikan unggulan yang diperuntukkan bagi siswa dengan kemampuan akademik dan prestasi istimewa. “Kuota yang tersedia sebanyak 19 rombongan belajar dengan masing-masing 32 siswa, sehingga totalnya 608 kursi. Sampai hari ini sudah ada lebih dari 1.100 siswa yang mendaftar,” ujarnya.

Menurut Iwan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap program Sekolah Maung yang digagas untuk mencetak generasi unggul di Jawa Barat. “Mudah-mudahan dari persaingan ini bisa tersaring calon-calon manusia unggul dan siswa terbaik,” katanya.

Meski begitu, pihak sekolah mengakui masih ditemukan kendala teknis pada hari pertama pendaftaran online, terutama pada aplikasi yang sempat mengalami gangguan akses. “Kendala di lapangan hanya pada aplikasi. Mungkin karena baru diluncurkan sehingga masyarakat mengalami loading saat pendaftaran online,” jelasnya.

Iwan menambahkan, sosialisasi terkait mekanisme dan persyaratan SPMB Sekolah Maung telah dilakukan sejak dua bulan lalu. Pendaftaran dibuka mulai 25 hingga 29 Mei 2026, dengan syarat utama calon siswa memiliki potensi akademik tinggi, nilai rapor di atas rata-rata, serta prestasi akademik maupun nonakademik yang dibuktikan dengan dokumen valid dari Puspresnas. “Tes IQ harus dibawa dalam bentuk sertifikat hasil uji dari psikolog HIMPSI dengan batas minimal IQ 130,” terangnya.

Dalam skema penerimaan, kuota dibagi menjadi beberapa jalur:

  • 10 persen untuk jalur Potensi Akademik dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berdasarkan hasil tes psikolog.
  • 70 persen untuk jalur Kompetensi Akademik dan TKA, terdiri dari prestasi nilai rapor (50 persen) serta minat bakat akademik (20 persen).
  • 20 persen untuk jalur Kompetensi Nonakademik, diperuntukkan bagi siswa berprestasi di bidang nonakademik dan kepemimpinan.

Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi lulusan SMP yang tergolong CIBI (Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa). Dengan status baru sebagai Sekolah Maung, SMKN 1 Cibadak diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan unggulan yang melahirkan generasi muda berprestasi, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(wdy/d)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |