Dahlan Iskan
Intel bisa salah. Pun ”jendralnya” intel: Yossi Cohen. Korbannya ribuan orang yang tidak berdosa: warga Iran. Termasuk 180 murid perempuan yang masih imut-imut dan guru sekolah mereka.
Cohen-lah yang punya keyakinan besar bahwa serangan frontal ke Teheran akan menghasilkan perubahan rezim di Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima pendapat itu. Lalu melaksanakannya.
Itulah latar belakang serangan Israel-Amerika tanggal 28 Februari 2026. Dalam sehari itu saja ratusan bom, peluru kendali jarak jauh dijatuhkan di Teheran. Akibatnya, Anda sudah tahu: pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei, gugur. Bersama keluarganya. Termasuk anak, istri, menantu, cucu.
Anak keduanya, Mojtaba Khamenei, ikut terkena sasaran. Cedera berat –tapi justru terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahandanya.
Keyakinan Cohen ternyata salah: rezim di Iran tidak runtuh. Justru kian kokoh. Sebagian aktivis anti rezim yang dulu mengasingkan diri ke Eropa justru memutuskan pulang kampung: mereka akan berjuang demi negara Iran tanpa memandang lagi siapa penguasanya.
Serangan IsAm pun dilanjutkan. Tokoh-tokoh Iran banyak yang tewas. Termasuk tokoh yang sebenarnya sangat moderat.
Sampai pun serangan berlangsung sudah 40 hari, rezim Iran tidak goyah. Iran justru mampu menyerang balik.
Cohen memang sangat dekat dengan Netanyahu. Pendapatnya sangat didengar. Cohen seperti Pete Hegseth di Amerika. Sangat didengar Presiden Trump. Di Amerika Hegseth-lah yang mendorong Trump menyerang Iran. Di Israel Cohen-lah yang meneguhkan hati Netanyahu menyerang Iran.
Hegseth adalah menteri pertahanan di Kabinet Trump. Cohen adalah penasihat keamanan nasional Nentanyahu. Cohen orang intel murni. Bukan jenderal. Hegseth pernah aktif di militer dengan pangkat mayor.
Prestasi intelijen Cohen memang luar biasa. Yakni saat ia menjabat pimpinan Mossad –lembaga intelijen Israel. Di zaman Cohen-lah intel Israel mampu mencuri seluruh dokumen program nuklir Iran: 2018.
Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press
Aksi intelijen itu tidak ketahuan sama sekali. Tidak ada kunci pintu yang rusak. Tidak ada lemari arsip yang bekas dibuka paksa. Tidak ada jejak. Sampai Iran tidak bisa memutuskan siapa di internal proyek itu yang harus dihukum. Inilah operasi intelijen yang tingkat suksesnya masuk dalam kurikulum pendidikan intelijen di seluruh dunia.
Sejak itu Cohen masih terus memimpin Mossad sampai tahun 2021. Di usianya yang 60 tahun Cohen harus pensiun. Setelah itu ia menjabat penasehat pertahanan Netanyahu.
Israel pun berbagi hasil curian Cohen itu ke Amerika. Israel tahu persis siapa saja yang harus dibunuh agar program nuklir Iran terhambat. Ahli-ahli nuklir Iran pun tewas satu persatu.
Tokoh ilmuwan nuklir utamanya meninggal dua tahun setelah pencurian itu: Mohsen Fakhrizadeh.
Mohsen adalah otak program nuklir Iran. Tiga ahli lain juga tewas: Majid Shahriari, Mostafa Ahmadi Roshan, dan Masoud Alimohammadi.
Hari itu, 27 November 2020, Mohsen, naik mobil bersama istri: Sediqeh Qasemi. Seperti biasa Mohsen dikawal mobil pikap. Ketika sampai di pinggiran timur kota Teheran senjata otomatis menyalak: mengenai Mohsen. Tewas. Senjata itu begitu akurat. Istri Mohsen hanya terluka ringan.
Senjata itu ternyata dipasang di mobil pikap pengawal. Dilengkapi kamera pengenal wajah dan peralatan komunikasi. Dengan demikian perjalanan Mohsen bisa dimonitor dari Israel. Di saat yang tepat senjata itu dinyalakkan.
Setelah misi ditunaikan mobil pikap tersebut meledak. Diledakkan dari jauh. Barang bukti menjadi sangat minim.
Anda sebenarnya sudah tahu kisah pembunuhan terhadap otak program nuklir Iran itu. Bahkan rasanya Anda bisa bercerita lebih baik dan lebih lengkap daripada yang saya sampaikan ini.
Mohsen, lahir di Qom 1961, mendapat gelar doktor dari Isfahan University of Technology, Iran. Di samping tugasnya sebagai otak program nuklir, ia juga mengajar fisika di Husein University.
Hari itu sebenarnya pengawal sudah mengingatkan agar Mohsen tidak melakukan perjalanan. Ancaman pembunuhan kian nyata. Tapi Mohsen tetap pergi di Absard. Ada rapat penting di sana. Jarak Teheran Absard sekitar 1,5 jam naik mobil.
Mohsen juga sudah diingatkan: sepuluh bulan sebelum itu, Jenderal Sulaimani tewas ketika dalam perjalanan dari Baghdad ke bandara. Yakni ketika ia akan pulang ke Iran. Tapi Mohsen tetap berangkat. Ia naik sedan hitam Nissan Teana. Ia tidak peka lagi terhadap peringatan justru karena sudah terlalu sering menerima ancaman serupa.
Mossad sama dengan CIA-nya Amerika: melakukan kegiatan intelijen di luar negeri. Mossad tidak menginteli musuh pemerintah di dalam negeri. Ia menyelidik soal ancaman yang muncul dari luar negeri.
Berbeda dengan CIA, Mossad tidak pernah mensponsori penggulingan pemerintah di negara lain. Satu-satunya yang pernah ia lakukan adalah ketika membantu Inggris dan Amerika menggulingkan perdana menteri Iran yang sangat didukung rakyat: Mohammad Mosadegh.
Lalu sekarang ini: bukan lewat kudeta tapi pakai serangan udara. Anda sudah tahu hasilya: gagal total. Kajian intelijennya salah pula. Mungkin Mossad bisa cuci tangan: itu pekerjaan Cohen. Ia pensiunan Mossad, tapi bukan Mossad. Seperti juga di Jakarta: Bais tapi bukan Bais. (Dahlan Iskan)



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013597/original/031370100_1651622000-krists-luhaers-AtPWnYNDJnM-unsplash_1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503087/original/002679900_1771083848-Dancow_Indonesia_Cerdas_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450042/original/009205900_1766126284-Slide_2__1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454271/original/095674700_1766555170-santa-1058671_1280.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4915603/original/086439000_1723438542-Foto_2_-_Superbank_Raih_1_Juta_Nasabah.jpeg)




