
SUKABUMI – Muhammad Faiz Rahman, siswa kelas XII SMA PU Al Bayan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terpilih menjadi salah satu anggota delegasi Indonesia pada International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026. Ia akan bersaing dengan pelajar dari berbagai negara dalam kompetisi astronomi tingkat internasional yang digelar di Hanoi, Vietnam, pada25 September hingga 5 Oktober 2026.
Faiz menjadi satu dari lima siswa yang dipercaya membawa nama Indonesia dalam ajang tersebut. Meski berstatus sebagai delegasi tim, kompetisi IOAA nantinya berlangsung secara individual sehingga kemampuan setiap peserta akan diuji secara langsung.
Bagi Faiz, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berarti. Ia mengaku bersyukur sekaligus bahagia karena dapat mewakili Indonesia melalui kemampuan akademik yang dimilikinya.
“Saya sangat bersyukur karena diberi kesempatan yang luar biasa. Saya juga merasa senang dan bahagia bisa mewakili Indonesia mengikuti olimpiade sains bidang astronomi tingkat internasional,” ujar Faiz.
Menurutnya, keikutsertaan dalam IOAA menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa pelajar Indonesia juga mampu bersaing dalam bidang akademik dengan siswa dari negara-negara yang selama ini dikenal memiliki prestasi kuat di bidang sains, seperti China, India, Jepang dan Korea Selatan.
“Dengan kemampuan sendiri saya bisa menunjukkan bahwa anak Indonesia juga bisa berkemampuan di bidang akademik seperti negara-negara luar. Anak-anak Indonesia juga sudah mampu berkompetisi dengan negara lain,” katanya.
Perjalanan Faiz menuju IOAA tidak berlangsung singkat. Ketertarikannya terhadap astronomi mulai tumbuh ketika duduk di kelas X. Saat itu, ia justru melihat astronomi sebagai bidang yang memiliki peluang besar karena belum banyak diminati dibandingkan fisika, biologi, maupun kimia.
“Awalnya saya tidak tertarik dengan bintang, planet atau ilmu astronomi. Tetapi selama belajar dua tahun terakhir, saya mulai merasa ada ketertarikan khusus terhadap ilmu ini,” ungkapnya.
Faiz kemudian menyadari bahwa astronomi bukan sekadar mempelajari nama-nama benda langit atau menghafal teori. Di dalamnya terdapat bidang astrofisika yang banyak menggunakan konsep fisika dan perhitungan matematis.
Pemahaman tersebut membuatnya semakin tertarik mendalami astronomi. Ia menilai perpaduan antara astronomi dan fisika membuat bidang tersebut memiliki tantangan tersendiri.
“Awalnya saya kira astronomi lebih banyak hafalan. Ternyata banyak hitungannya seperti fisika. Jadi ada kombinasi antara keduanya,” tuturnya.
Untuk menghadapi IOAA 2026, Faiz telah mengikuti rangkaian pembinaan dan seleksi yang dilakukan secara bertahap. Pemerintah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menggelar tiga kali pelatihan nasional yang berlangsung beriringan dengan proses seleksi.
Selain mengikuti pelatihan nasional, Faiz bersama calon delegasi Indonesia juga memperbanyak belajar secara mandiri. Pembinaan turut dilakukan oleh tim pembina Olimpiade Astronomi untuk memperkuat pemahaman materi dan kemampuan menyelesaikan soal.
Di sekolah, persiapannya mendapat pendampingan dari guru fisika SMA PU Al Bayan, Toni Cahyono. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Faiz mendalami astronomi.
Faiz mengatakan, penguasaan konsep dasar menjadi salah satu kunci dalam mempelajari ilmu astronomi. Namun, memahami teori saja tidak cukup untuk mencapai tingkat kemampuan kompetitif.
“Untuk menjadi ahli tidak bisa hanya membaca buku. Harus banyak latihan soal. Selain itu, lingkungan juga berpengaruh, salah satunya memiliki teman yang mendukung belajar,” ujarnya.
Ia juga menilai kondisi tubuh harus tetap dijaga selama menjalani persiapan panjang. Menurutnya, belajar secara konsisten perlu diimbangi dengan pola hidup dan makanan bergizi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA PU Al Bayan, Ade Rahmat Kurnia, mengatakan pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap persiapan Faiz. Sekolah memberikan keleluasaan waktu untuk belajar serta fasilitas yang menunjang kebutuhan akademiknya.
“Kami sangat bangga tentunya. Ini sudah menjadi ketiga kalinya siswa kami mewakili Indonesia ke tingkat internasional dalam olimpiade,” kata Ade.
Ia menjelaskan, sekolah sebelumnya juga pernah mengantarkan siswa berprestasi hingga tingkat internasional. Bahkan, ketika pandemi Covid-19, salah satu siswa Al Bayan berhasil meraih medali emas pada bidang ekonomi dalam ajang olimpiade internasional.
Untuk mendukung persiapan Faiz, pihak sekolah memberikan fasilitas belajar dan waktu luang agar ia dapat lebih fokus menjalani pembinaan. Sekolah juga memberikan apresiasi akademik berupa nilai plus sebagai bentuk dukungan terhadap siswa yang mengikuti kompetisi.
“Target kami ke depan, semoga Faiz bisa kembali membawa nama baik Indonesia di kancah internasional,”pungkasnya. (wdy)






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554154/original/075633800_1776061310-KAI_Acces.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557540/original/022217200_1776334209-1_-_HUAWEI_Mate_80_Pro.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)







