Mahasiswa STIKes Sukabumi Lolos SPARKS 2026, Teliti Faktor Keraguan Vaksin Campak

1 hour ago 6
 Tiga mahasiswa STIKes Sukabumi, Eka Kusuma Wati, Muhammad Reyhan Fadlur Rahman, dan Evelyn Kyra Jodina Tanoto, berhasil lolos SPARKS 2026 bidang Kesehatan Masyarakat dan Epidemiologi.(dok/radarsukabumi)

SUKABUMI – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh civitas akademika STIKes Sukabumi. Tim mahasiswa yang diketuai oleh Muhammad Reyhan Fadlur Rahman bersama anggota Eka Kusuma Wati dan Evelyn Kyra Jodina Tanoto berhasil lolos seleksi program SPARKS 2026 di bidang Kesehatan Masyarakat dan Epidemiologi.

Tim riset STIKes Sukabumi ini berhasil terpilih sebagai oral presenter setelah mengangkat isu krusial mengenai faktor psikologis yang memengaruhi penerimaan imunisasi campak pada orang tua balita.

“Kami sangat bersyukur dan bangga ketika dinyatakan lolos. Hal ini mendorong motivasi kami agar terus berkontribusi dalam pengembangan riset kesehatan dan ilmu pengetahuan,” ungkap Reyhan.

Penelitian yang digagas tim Reyhan berfokus pada masalah penolakan dan keraguan vaksin (vaccine hesitancy) yang berisiko memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) jika target cakupan imunisasi tidak tercapai.

Inovasi riset ini menggunakan pendekatan 5C Psychological Antecedents of Vaccination yang dikembangkan oleh Cornelia Betsch dan tim. Pendekatan ini memetakan kondisi psikologis orang tua dalam menerima atau meragukan imunisasi.

“Implikasinya, hasil penelitian ini dapat digunakan tenaga kesehatan untuk menyusun edukasi yang lebih spesifik. Pesan edukasi bisa disesuaikan langsung dengan sumber keraguan orang tua, bukan sekadar memberikan informasi umum mengenai manfaat imunisasi,” jelas Reyhan.

Perjalanan riset ini telah dimulai sejak Maret hingga Juli 2026. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah pengambilan data yang mencakup wilayah cukup luas, yakni 9 kecamatan.

“Kondisi tersebut menuntut kami membagi waktu dengan efektif antara kegiatan riset dan jadwal akademik,” ujar Reyhan.

Pengalaman riset sebelumnya yang dimiliki Reyhan dan Evelyn menjadi salah satu kekuatan utama tim. Setelah menyelesaikan penelitian, tim mendaftarkan abstrak mereka di laman resmi joinsparks.id pada 27 Juli 2026. Setelah melewati tahap seleksi dan revisi, mereka resmi diumumkan lolos sebagai oral presenter mewakili STIKes Sukabumi.

Keberhasilan ini tak lepas dari pendampingan intensif pihak kampus melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKes Sukabumi. Sejumlah dosen pakar turut memberikan bimbingan, seperti Johan Budhiana di bidang metodologi penelitian serta Fera Melinda di bidang substansi campak dan imunisasi.

Ketua STIKes Sukabumi, Iwan Permana, menyampaikan apresiasinya atas capaian para mahasiswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menandakan peningkatan signifikan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di kampus STIKes Sukabumi.

“Hal ini menunjukkan adanya potensi SDM, baik dosen maupun mahasiswa yang siap bersaing dengan perguruan tinggi lain. Dukungan kebijakan lembaga dan yayasan akan terus kami berikan secara berkelanjutan,” tegas Iwan.

Iwan berharap pengalaman berlaga di ajang SPARKS 2026 ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk mengukir prestasi riset lainnya di masa mendatang. (wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |