Wali Kota Sukabumi Pastikan Pembangunan Infrastruktur Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan Anggaran

18 hours ago 12
Wali Kota Sukabumi Ayep ZakiWali Kota Sukabumi Ayep Zaki

CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi memastikan berbagai program pembangunan infrastruktur tetap berjalan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Sejumlah pekerjaan prioritas mulai direalisasikan pada pertengahan tahun 2026, mulai dari penataan kawasan pedestrian, pembangunan kantor pemerintahan, hingga perbaikan jalan lingkungan yang dinilai mendesak untuk menunjang aktivitas masyarakat.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan pemerintah saat ini fokus memanfaatkan sumber pembiayaan yang tersedia, khususnya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), untuk memastikan pembangunan tidak terhenti.

Beberapa proyek yang sedang berjalan di antaranya penataan kawasan Jalan Pasar Gudang, revitalisasi trotoar di depan Setukpa Polri, pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh, serta perbaikan jalan di kawasan Perumahan Prana.

“Yang sedang dikerjakan saat ini selain Jalan Pasar Gudang adalah trotoar di depan Setukpa, pembangunan kantor kecamatan di Gunungpuyuh, dan perbaikan jalan di Perumahan Prana. Pekerjaan itu mulai berjalan bulan ini hingga awal Juli,” ujar Ayep Zaki pada Selasa (23/6).

Selain proyek yang bersumber dari APBD Kota Sukabumi, pemerintah juga terus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur yang didukung oleh pemerintah tingkat provinsi. Salah satunya adalah penanganan Jalan Merbabu yang selama ini menjadi perhatian masyarakat akibat kondisi jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Menurut Ayep, perbaikan Jalan Merbabu akan dilaksanakan menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sementara menunggu proses pengerjaan utama, pemerintah telah melakukan penambalan pada beberapa titik untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Untuk Jalan Merbabu tahun ini akan ditangani oleh provinsi. Namun sebagian titik yang rusak sudah kami lakukan penambalan terlebih dahulu,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah memperoleh dana insentif sekitar Rp2 miliar yang akan diarahkan untuk sejumlah kebutuhan prioritas. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan jalan, penguatan pengelolaan sampah melalui pengembangan TPS 3R, serta pelaksanaan program kebersihan lingkungan yang tengah dipersiapkan pemerintah daerah.

Menurutnya, persoalan infrastruktur dan kebersihan lingkungan harus berjalan beriringan. Karena itu, selain memperbaiki sarana fisik, pemerintah juga berupaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan kota.

“Nanti program Sapu Bersih juga akan berjalan. Kami ingin lingkungan Kota Sukabumi semakin bersih dan sampah yang berserakan bisa terus berkurang,” ungkapnya.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |