SMAN 5 Sukabumi Luncurkan Kelas Jepang Fuji Mirai

6 hours ago 5
Penandatanganan kerja sama SMAN 5 Sukabumi bersama LPK Global Partner Bridge (GPB) dalam peluncuran Kelas Jepang “Fuji Mirai” sebagai langkah mencetak generasi muda siap kerja dan berdaya saing global.

SUKABUMI — SMAN 5 Sukabumi terus berinovasi dalam menyiapkan masa depan siswanya. Bekerja sama dengan LPK Global Partner Bridge (GPB), sekolah ini resmi meluncurkan Kelas Jepang “Fuji Mirai”, sebuah program unggulan yang dirancang untuk mencetak generasi muda siap kerja, berdaya saing global, dan memiliki keterampilan tambahan sejak di bangku sekolah.

Program ini menjadi langkah nyata sekolah dalam menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Tidak hanya fokus pada akademik, Kelas Fuji Mirai juga membekali siswa dengan kemampuan bahasa Jepang, pemahaman budaya, kedisiplinan, hingga etos kerja khas Negeri Sakura.

Kepala SMAN 5 Sukabumi, Rachmat Mulyana, menuturkan bahwa hadirnya program ini merupakan jawaban atas beragam orientasi masa depan siswa. “Anak muda sekarang orientasinya berbeda-beda. Ada yang ingin kuliah, ada yang ingin langsung bekerja, bahkan ada juga yang memilih menikah setelah lulus. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai sekolah,” ujarnya.

Menurut Rachmat, SMA memang bertujuan utama mengantarkan siswa ke perguruan tinggi. Namun, realitas menunjukkan banyak siswa ingin segera bekerja setelah lulus. Karena itu, sekolah menghadirkan program yang mampu menjadi bekal nyata bagi siswa ketika memasuki dunia kerja. “Kami tidak ingin anak-anak hanya berbekal ijazah SMA. Mereka harus memiliki keterampilan tambahan dan standar kemampuan tertentu. Maka kami membuka jejaring dan menghadirkan Kelas Jepang ini,” katanya.

Program Fuji Mirai sebenarnya telah berjalan sejak satu tahun lalu, namun baru resmi dilegalkan melalui penandatanganan MoU dengan LPK GPB. SMAN 5 juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah LPK yang memiliki jaringan perusahaan di Jepang. Bahkan, sekolah sudah dipertemukan langsung dengan beberapa perusahaan Jepang untuk membangun kolaborasi lebih lanjut.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, sekolah merancang kurikulum khusus dengan muatan bahasa Jepang hingga delapan jam pelajaran per minggu. Selain bahasa, siswa juga akan dilatih keterampilan sesuai kebutuhan kerja di Jepang, seperti industri pengolahan ikan, kesehatan/keperawatan, restoran, dan perhotelan.

Rachmat menambahkan, Jepang dipilih karena dinilai sebagai negara maju yang tetap menjaga budaya, kedisiplinan, dan keamanan sosial. “Jepang adalah negara modern yang tetap menjaga budaya dan disiplin. Selain itu, Jepang juga termasuk negara yang aman. Sekolah tentu punya tanggung jawab memberikan rasa aman bagi siswa ketika nanti berada di luar negeri,” jelasnya.

Menariknya, biaya pelatihan dan penyaluran kerja akan terlebih dahulu ditanggung oleh LPK. Siswa nantinya dapat mencicil biaya penggantian setelah mulai bekerja dan memiliki penghasilan.

Selain program Jepang, SMAN 5 juga tengah mengembangkan kelas inovasi karier lainnya, seperti bahasa Inggris bersertifikat, keterampilan Microsoft Word dan Excel, hingga sertifikasi tambahan sebagai nilai lebih saat memasuki dunia kerja. “Target kami bukan hanya membuka peluang kerja di luar negeri, tetapi juga mengurangi angka pengangguran yang semakin tinggi,” tegas Rachmat.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |