Sekolah Maung SMAN 1 Palabuhanratu Diserbu Peminat

5 hours ago 4
SPMB SMAN 1 Palabuhanratu Petugas SPMB SMAN 1 Palabuhanratu memberikan pelayanan kepada calon peserta didik dan orang tua saat proses verifikasi pendaftaran Sekolah Maung.

SUKABUMI – Transformasi SMAN 1 Palabuhanratu menjadi Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Program pendidikan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut berhasil menarik minat ratusan lulusan SMP dan MTs dari berbagai daerah untuk melanjutkan pendidikan di sekolah yang berada di ibu kota Kabupaten Sukabumi itu.

Kepala SMAN 1 Palabuhanratu, Erwana, mengungkapkan tingginya animo masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai ratusan orang pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Menurutnya, para orang tua dan calon peserta didik menaruh harapan besar terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan Sekolah Maung, terutama dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing dan menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, khususnya dari wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya. Jumlah pendaftar yang mencapai ratusan orang menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepercayaan besar terhadap SMAN 1 Palabuhanratu yang kini bertransformasi menjadi Sekolah Maung. Mereka tertarik dengan jaminan mutu pendidikan yang difokuskan untuk mengantarkan siswa masuk perguruan tinggi negeri,” ujarnya.

Berdasarkan data sistem pendaftaran, tercatat sebanyak 339 calon peserta didik melakukan registrasi awal. Setelah melalui proses verifikasi dan rekonsiliasi data, terdapat delapan siswa yang tidak melakukan submit pendaftaran dan satu siswa yang tidak melakukan perbaikan data sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, jumlah pendaftar yang dinyatakan valid dan berhak mengikuti proses seleksi akhir sebanyak 330 siswa.

Jika dirinci berdasarkan jalur pendaftaran, mayoritas peserta memilih Jalur Akademik atau berdasarkan nilai rapor yang mencapai 272 orang. Sementara Jalur Kejuaraan Non-Akademik diikuti 57 peserta dan Jalur Kejuaraan Akademik hanya satu peserta.

“Seluruh proses berjalan secara transparan dan objektif. Kami berupaya menjaring calon Manusia Unggul terbaik yang nantinya akan menjadi bagian dari SMAN 1 Palabuhanratu,” kata Erwana.

Ia menjelaskan, sistem seleksi Sekolah Maung berbeda dengan pola penerimaan siswa pada umumnya. Seluruh tahapan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat.

Pada Jalur Akademik, proses seleksi dilakukan sepenuhnya oleh sistem melalui pembobotan nilai rapor semester satu hingga semester lima. Sistem secara otomatis melakukan perhitungan berdasarkan formula yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Sementara untuk Jalur Kompetensi Non-Akademik, sekolah melaksanakan uji kompetensi secara langsung. Tahapan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara sertifikat prestasi yang diunggah dengan kemampuan nyata calon peserta didik.

“Untuk jalur prestasi non-akademik, kami melakukan validasi langsung di lapangan agar prestasi yang dimiliki benar-benar sesuai dengan kemampuan siswa. Sedangkan jalur kepemimpinan dilakukan melalui verifikasi ketat terhadap dokumen dan surat keputusan kepengurusan organisasi siswa,” jelasnya.

Seluruh hasil seleksi kemudian dibahas dalam rapat pleno dewan guru yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah untuk menetapkan peserta didik yang dinyatakan diterima.

Menurut Erwana, langkah tersebut dilakukan agar seluruh siswa yang diterima benar-benar memiliki kompetensi, integritas, dan kesiapan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Maung. Untuk menunjang program tersebut, SMAN 1 Palabuhanratu telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung yang memadai. Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 2,5 hektare itu memiliki keunggulan dari sisi lingkungan dan sarana pembelajaran.

Salah satu fasilitas unggulan yang dimiliki adalah lapangan sepak bola representatif yang berada di dalam kompleks sekolah. Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk membentuk karakter siswa melalui aktivitas olahraga, kedisiplinan, dan sportivitas.

Selain itu, sekolah juga memiliki ruang kelas digital dengan jumlah siswa yang lebih ideal, laboratorium IPA yang terdiri atas laboratorium fisika, kimia, dan biologi, serta laboratorium komputer terpadu untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.

“Kami ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang seimbang. Siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat, tangguh, dan memiliki karakter kuat,” ungkapnya.

Komitmen pembentukan karakter menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan program Sekolah Maung di SMAN 1 Palabuhanratu. Pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui teori di dalam kelas, tetapi dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Konsep tersebut diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai karakter unggul Jawa Barat yang menekankan ketangguhan, keberanian, kedisiplinan, dan kemandirian. Nilai tersebut kemudian dipadukan dengan motto sekolah “RAPIH”, yakni Religius, Akademis, Produktif, Inovatif, dan Humanis.

Setiap hari siswa dibiasakan mengikuti kegiatan yang mendukung penguatan karakter, mulai dari literasi keagamaan, pembiasaan disiplin, aktivitas olahraga, hingga pengembangan empati sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan akhirnya adalah mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan digital, tetapi juga memiliki integritas moral, mental yang kuat, serta siap menjadi pemimpin masa depan,” tegas Erwana.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |