Pertamax Bikin Kaget Tengah Malam, SPBU Pastikan Stok Aman

9 hours ago 6
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per Rabu, 10 Juni 2026, mendapat sorotan dari Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS, Rahmat Saleh.

SUKABUMI – Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku Rabu (10/6/2026) pukul 00.01 WIB menjadi perhatian masyarakat. Kenaikan harga terutama terjadi pada produk Pertamax 92 yang mengalami lonjakan cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, aktivitas pelayanan di sejumlah SPBU di Kota Sukabumi tetap berjalan normal dan pasokan BBM dipastikan aman.Pantauan Radar Sukabumi di SPBU 34.43118 Lembursitu, Kota Sukabumi, menunjukkan aktivitas pengisian bahan bakar berlangsung seperti biasa.

Kendaraan roda dua maupun roda empat silih berganti mengisi BBM tanpa antrean panjang ataupun kepanikan konsumen.

Pengawas SPBU 34.43118, Hendro Harianto Pasaribu, mengatakan operasional SPBU berjalan lancar. Pihaknya telah menerima informasi resmi terkait penyesuaian harga BBM dan langsung menerapkannya sesuai ketentuan.

“Alhamdulillah sampai saat ini lancar, tidak ada kendala. Memang ada perubahan harga sejak malam hari tadi. Salah satu produk yang mengalami kenaikan adalah Pertamax 92,” ujarnya, Rabu (10/6).

Menurut Hendro, perubahan harga tidak memengaruhi distribusi maupun ketersediaan stok BBM. Seluruh jenis BBM masih dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Untuk stok pasokan aman. Masyarakat tidak perlu khawatir karena distribusi berjalan normal dan kebutuhan konsumen masih dapat terpenuhi dengan baik,” tambahnya.

Ia menjelaskan, sejauh ini belum terlihat lonjakan pembelian ataupun penurunan signifikan jumlah konsumen setelah harga baru diberlakukan. Mayoritas masyarakat tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Kendati demikian, Hendro mengakui kenaikan harga Pertamax menjadi perhatian bagi pengguna kendaraan yang selama ini memilih BBM nonsubsidi karena kualitasnya lebih baik.

“Kami berharap ke depan harga bisa kembali normal sehingga masyarakat yang menggunakan BBM nonsubsidi tidak terlalu terbebani,” ungkapnya.

Di tengah kenaikan harga tersebut, sebagian masyarakat mengaku belum merasakan dampak langsung. Dedi, sopir angkot di Kota Sukabumi, mengatakan operasionalnya tidak terganggu karena masih menggunakan Pertalite.

“Kalau untuk saya tidak terlalu berdampak karena angkot menggunakan Pertalite. Jadi operasional masih berjalan seperti biasa dan pengeluaran BBM juga belum berubah,” timpalnya.

Meski tidak terdampak langsung, Dedi tetap mengikuti perkembangan harga BBM karena perubahan tersebut berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi secara luas.

“Kami tentu berharap harga-harga tetap stabil. Kalau BBM naik biasanya ada efek ke berbagai sektor. Mudah-mudahan kondisi ekonomi tetap terjaga dan masyarakat tidak terlalu terbebani,” tutupnya.(bam/d)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |