Menikmati Kuliner Murah dan Bikin Nagih di Kota Sukabumi

3 hours ago 3
 Para pelanggan Bakso Prasmanan di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. WISATA KULINER: Para pelanggan Bakso Prasmanan di Jalan Pelabuhan II, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

SUKABUMI – Di tengah kebutuhan hidup yang kian menuntut efisiensi, geliat kuliner murah namun tetap memanjakan lidah kembali menemukan momentumnya. Di Sukabumi, fenomena itu hadir lewat konsep sederhana namun menarik dari Kedai Bakso Em-Em 79 Prasmanan Sukabumi yang kini ramai dibicarakan warga, terutama di kalangan pelajar dan pekerja harian.

Berbeda dari warung bakso pada umumnya, kedai ini mengusung konsep prasmanan, pelanggan bebas mengambil sendiri isi mangkuk sesuai selera. Di hadapan etalase terbuka, berjejer pilihan bakso daging halus, mie kuning, bihun, sayuran segar, hingga beragam pelengkap lain yang menggoda.

Sensasi makan terasa lebih personal. Setelah meracik sendiri isi mangkuk, pelanggan tinggal menyiramkan kuah kaldu panas yang gurih, yang terus dijaga kualitasnya agar tetap kaya rasa. Dalam satu porsi, kebebasan memilih ini menjadi pengalaman tersendiri sederhana, tapi memuaskan.

Yang membuatnya semakin menarik, semua itu bisa dinikmati hanya dengan Rp15 ribu. Harga yang nyaris sulit ditemukan untuk konsep “makan sepuasnya” ini menjadi magnet utama. Di tengah tekanan ekonomi, pilihan kuliner seperti ini bukan sekadar tempat makan, tapi juga solusi.

“Konsepnya memang kami buat sederhana, tapi tetap memberikan kepuasan. Semua kalangan bisa makan enak tanpa harus mahal,” ujar Adi Saparul Ardi, pengelola salah satu cabang Kedai Bakso Em-Em 79 Prasmanan Sukabumi kepada Radar Sukabumi, pada Jumat (10/4).

Tak berhenti di bakso, kedai ini juga mencuri perhatian lewat menu minuman yang tak kalah unik, es teler teko. Dengan harga Rp20 ribu, pelanggan mendapatkan satu teko penuh es teler, dan yang menarik, teko tersebut bisa langsung dibawa pulang.

Isinya pun tidak main-main. Potongan alpukat, kelapa muda, nangka, kolang-kaling berpadu dengan sirup manis yang menyegarkan. Porsinya yang melimpah dan penyajian yang tak biasa membuat menu ini kerap muncul di media sosial, dibagikan oleh pelanggan yang merasa mendapatkan “lebih” dari sekadar minuman.

Perpaduan konsep hemat, porsi besar, dan pengalaman makan yang berbeda membuat kedai ini berkembang pesat. Kini, kedai bakso ini telah memiliki tujuh cabang yang tersebar di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Salah satu yang cukup ramai berada di kawasan Cipanengah, tepatnya di Jalan Pelabuhan II, yang hampir tak pernah sepi pengunjung. Meski mengusung konsep prasmanan, aspek kebersihan tetap menjadi perhatian. Area pengambilan makanan ditata rapi, sementara kuah kaldu diperbarui secara berkala untuk menjaga kualitas rasa sekaligus higienitas.
Fenomena ini menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus rumit. Dengan ide sederhana memberi kebebasan memilih, harga terjangkau, dan porsi melimpah, sebuah usaha kecil mampu mencuri perhatian dan menjadi bagian dari tren kuliner lokal.

Di Sukabumi, semangkuk bakso kini bukan lagi sekadar makanan. Ia menjadi cerita tentang bagaimana kreativitas bisa menjawab kebutuhan zaman makan enak, kenyang, dan tetap bersahabat dengan kantong. (ris)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |