RADARSUKABUMI – Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat tabungan rumah tangga tertinggi di dunia. Rahasianya bukan berasal dari gaji besar. Namun, ini karena adanya kebiasaan keuangan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Filosofi keuangan orang Jepang menekankan kesadaran penuh (mindfulness) terhadap setiap rupiah yang masuk dan keluar. Pendekatan ini bukan hanya tentang menabung. Mereka percaya bahwa dengan bersikap penuh perhatian terhadap arus kas, seseorang dapat mencapai stabilitas finansial dan mengurangi stres terkait uang.
Penasihat keuangan Harumi Maruyama menyatakan bahwa dengan menerapkan metode keuangan ala Jepang secara konsisten, pengeluaran dapat dikendalikan bahkan dengan anggaran terbatas. Hasilnya mulai terlihat setelah tiga bulan penerapan.
Lantas, apa saja kebiasaan mengatur keuangan ala orang Jepang yang bisa dilakukan? Berikut lima kebiasaan yang sudah digunakan oleh jutaan keluarga Jepang dan bisa langsung Anda terapkan di Indonesia dengan dukungan teknologi seperti Aplikasi GoPay dan GoPay Later.
1. Kakeibo
Kakeibo adalah buku catatan keuangan rumah tangga yang pertama kali diperkenalkan sejak tahun 1904 oleh jurnalis perempuan Jepang, Hani Motoko. Metode ini tetap populer karena konsepnya sangat sederhana.
Anda mulai dengan mencatat seluruh pemasukan di awal bulan, menetapkan target tabungan, lalu membagi pengeluaran ke dalam empat kategori: Kebutuhan, Keinginan, Budaya, dan Tak Terduga. Setiap transaksi dicatat dengan tulisan tangan sehingga proses fisik ini membantu otak memahami arus keluar uang lebih baik dan mengurangi pengeluaran impulsif. Di akhir bulan, Anda mengevaluasi berapa uang yang dimiliki, berapa yang dikeluarkan, dan berapa yang bisa ditabung, sekaligus memikirkan strategi supaya tabungan bulan depan bisa makin besar.
2. Gyaku Chokin
Gyaku Chokin berarti tabungan terbalik. Konsep ini mengajarkan Anda untuk menyisihkan tabungan terlebih dahulu segera setelah gaji masuk. Setelah tabungan dipastikan, baru sisa uang dialokasikan untuk pengeluaran lainnya.
Berbeda dari kebiasaan umum yang menabung dari sisa pengeluaran, metode ini membuat tabungan Anda lebih konsisten. Biasanya orang Jepang menargetkan tabungan minimal 10 hingga 20 persen dari pendapatan bulanan. Cara praktisnya adalah membuka rekening tabungan terpisah dan secara otomatis memindahkan jumlah tabungan setiap bulan saat gaji masuk, sehingga uang tabungan dianggap “tidak ada” dan tidak tergoda untuk dipakai.
3. Mottainai
Mottainai adalah filosofi Jepang yang berarti “sayang sekali jika terbuang.” Ini mengajarkan Anda untuk menghargai segala harta yang dimiliki, termasuk uang dan barang.
Empat prinsip Mottainai yang bisa diterapkan dalam mengatur keuangan adalah Reduce (mengurangi pembelian tidak perlu), Reuse (menggunakan ulang sebelum membuang), Recycle (memberi nilai baru pada barang lama), dan Respect (menghargai apa yang sudah dimiliki). Contohnya misalkan seperti memperbaiki barang yang rusak, tidak membuang sisa makanan, serta menggunakan produk sampai benar-benar habis.
4. Ikigai Finansial
Ikigai adalah alasan besar untuk bangun pagi, atau tujuan hidup. Dalam konteks keuangan, Ikigai finansial berarti memiliki tujuan besar dan bermakna yang menjadi alasan di balik setiap keputusan keuangan. Contoh tujuan keuangan spesifik bisa berupa dana pensiun mandiri usia 55 tahun atau membeli rumah untuk orangtua.
5. Aturan 24 Jam
Orang Jepang biasanya menerapkan aturan menunggu 24 jam sebelum membeli sesuatu yang tidak direncanakan. Jika setelah waktu tersebut Anda masih ingin membeli dan anggaran memungkinkan, baru lakukan pembelian. Jika tidak, berarti itu dorongan impulsif yang bisa dihindari.
Untuk pembelian dalam nominal yang besar besar, aturan ini diperpanjang menjadi 30 hari. Dengan aturan ini dan metode Kakeibo, Anda bisa menghindari pembelian impulsif yang menambah pengeluaran. Menghindari 2 sampai 3 pembelian impulsif setiap bulan diperkirakan bisa menghemat antara Rp300.000 sampai Rp1 juta per bulan.
Sekian pembahasan tentang kebiasaan orang Jepang dalam mengatur keuangan mereka. Kelima kebiasaan tersebut tidak memerlukan modal besar, aplikasi canggih, atau pendapatan tinggi. Kakeibo bisa dimulai hanya dengan buku tulis murah, Gyaku Chokin cukup dengan menyisihkan Rp50.000 di hari gajian, dan Mottainai bisa dimulai dengan tidak membuang sisa makanan malam ini. Kuncinya adalah konsistensi dari kebiasaan kecil ini.
Menerapkan Gyaku Chokin dan Kakeibo jadi lebih mudah dengan GoPay. Setiap transaksi Anda otomatis tercatat dalam riwayat pembayaran, jadi bisa langsung dipakai untuk pencatatan Kakeibo harian. Fitur GoPay Tabungan dan autodebit mendukung prinsip “tabung dulu” secara otomatis setiap bulan tanpa perlu ingat-ingat manual. Semua kebutuhan finansial, dari transfer tabungan, bayar tagihan, hingga top up investasi, tersedia dalam satu aplikasi. Mulai kelola keuangan Anda lebih cerdas dengan GoPay sekarang. **






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446680/original/044858100_1765938416-superbank_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013597/original/031370100_1651622000-krists-luhaers-AtPWnYNDJnM-unsplash_1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450042/original/009205900_1766126284-Slide_2__1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454271/original/095674700_1766555170-santa-1058671_1280.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4915603/original/086439000_1723438542-Foto_2_-_Superbank_Raih_1_Juta_Nasabah.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444020/original/086083500_1765769688-WhatsApp_Image_2025-12-15_at_10.12.19_AM__1_.jpeg)

