Jawab Tantangan Zaman, Magister PAI UM Bandung Buka Pendaftaran Gelombang Baru

4 hours ago 4
MEGA: Gedung Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung nampak megah dengan arsitektur modern. FOTO: ISTIMEWA

BANDUNGGuna mencetak tenaga pendidik Islam yang adaptif dan berdaya saing global, Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi membuka penerimaan mahasiswa baru Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun akademik 2026/2027.

Program ini dirancang khusus untuk melahirkan akademisi serta praktisi pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman secara kontekstual.

Program ini terbuka bagi guru, dosen, praktisi pendidikan, pengelola lembaga pendidikan, hingga lulusan S1 yang ingin naik kelas secara akademik ataupun profesional.

Kepala Bagian Penerimaan Mahasiswa Baru dan Promosi UM Bandung Abdul Rohim mengatakan, Magister PAI ini bukan sekadar soal menambah gelar.

Hal yang lebih penting, kata dia, yakni bagaimana program ini bisa membentuk pendidik yang mampu melahirkan gagasan dan inovasi pendidikan Islam yang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pendidikan bukan hanya soal mengajar, tetapi membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Melalui Magister PAI, kami ingin membekali para pendidik dan praktisi pendidikan dengan kompetensi yang lebih matang, baik secara akademik maupun profesional,” ujarnya, di UM Bandung, Rabu (19/8/2026).

Salah satu daya tarik program ini terletak pada kurikulumnya yang memadukan kajian Pendidikan Agama Islam dengan pendekatan akademik yang aplikatif.

Mahasiswa tidak hanya diajak memahami teori. Namun, mereka juga didorong mengasah kemampuan analitis, meneliti, dan mencari solusi atas persoalan pendidikan yang berkembang di tengah masyarakat.

Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah, Magister PAI UM Bandung juga tidak melupakan penguatan mata kuliah Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK).

Penguatan ini penting, sebab lulusan yang dihasilkan diharapkan tidak cuma cakap secara akademik. Namun, punya pemahaman keislaman dan nilai-nilai Muhammadiyah yang kuat.

“Melalui AIK, mahasiswa tidak hanya dibekali keilmuan akademik. Namun, wawasan keislaman dan kemuhammadiyahan yang menjadi ruh dari setiap lulusan UM Bandung dan kampus-kampus Muhammadiyah di Indonesia,” kata Abdul.

Ia menambahkan, kompetensi yang dibangun lewat program ini bisa membuka peluang karier yang jauh lebih luas. Tidak pada satu atau dua bidang tertentu.

Lulusan Magister PAI tidak melulu harus menjadi pendidik. Pasalnya, peluangnya juga terbuka di bidang penelitian, pengembangan kurikulum, manajemen pendidikan, lembaga keagamaan, hingga sektor pemerintahan.

“Dengan begitu, lulusan diharapkan bisa mengambil peran lebih besar dalam menghadirkan pembaruan pendidikan Islam. Kami ingin lulusan Magister PAI menjadi pengajar mumpuni dan jadi agen perubahan yang mampu menciptakan inovasi pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman,” tutur Abdul.

Bagi calon mahasiswa, bila tertarik, pendaftaran Magister PAI UM Bandung sudah dibuka sejak 27 Juli hingga hingga 20 September 2026.

Calon mahasiswa yang lolos seleksi nantinya akan mengikuti matrikulasi atau penguatan akademik pada 28 September 2026, sebelum resmi memulai perkuliahan perdana pada 5 Oktober 2026.

Untuk mendaftar, siapkan kelengkapan berkas, di antaranya formulir pendaftaran, ijazah S1 atau SKL, transkrip nilai yang sudah dilegalisasi, KTP, pas foto terbaru ukuran 3×4, CV, dan bukti pembayaran biaya pendaftaran.

Khusus untuk pendaftar berstatus ASN, TNI, Polri, atau pegawai, jangan lupa melengkapi surat izin belajar dari instansi masing-masing.

Abdul mengajak para pendidik dan lulusan S1 yang ingin memperdalam Pendidikan Agama Islam untuk memanfaatkan kesempatan melanjutkan studi di UM Bandung.

“Tentu kami berharap, program ini dapat melahirkan lulusan yang unggul secara akademik dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia,” pungkasnya.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman pmb.umbandung.ac.id, umbandung.ac.id, dan media sosial resmi UM Bandung.

Melalui kanal-kanal tersebut, masyarakat bisa memperoleh kabar terbaru seputar pendaftaran, perkuliahan, maupun informasi akademik lainnya. (*)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |