
RADARSUKABUMI.COM – Upaya mencegah stunting tidak cukup hanya dilakukan melalui layanan kesehatan. Kebiasaan keluarga dalam menjaga kebersihan, memenuhi kebutuhan gizi anak, hingga kemampuan memilah informasi juga ikut menentukan kualitas kesehatan masyarakat. Persoalan itulah yang kini didorong Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Sukabumi melalui penguatan peran kader PKK dan Posyandu di tingkat kelurahan.
Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menilai kader di lapangan memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga. Pengetahuan yang diperoleh kader tidak boleh berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi harus diterjemahkan menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat.
“Langkah nyata untuk mewujudkan lingkungan yang bersih harus dimulai dari rumah kita sendiri. Kader memiliki peran penting untuk mengajak keluarga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara konsisten,” ujar Ranty kepada Radar Sukabumi, pada Jumat (21/8).
Di Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, perhatian diarahkan pada hubungan antara sanitasi lingkungan, pola konsumsi pangan dan risiko stunting. Lingkungan permukiman yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko infeksi berulang pada anak, yang pada akhirnya dapat mengganggu proses tumbuh kembang.
Karena itu, pencegahan stunting didorong sejak *1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)*, terutama melalui perhatian terhadap asupan gizi ibu hamil, bayi, dan balita.
Kader juga didorong mengembangkan pola konsumsi pangan bergizi dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh masyarakat. Salah satunya melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Ikan tidak hanya disajikan dalam bentuk menu sehari-hari, tetapi dapat diolah menjadi makanan yang lebih disukai anak seperti bakso, siomay hingga nugget rumahan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pemenuhan protein anak menjadi lebih mudah diterapkan keluarga.
Ranty meminta kader memastikan edukasi tersebut terus bergerak dari Posyandu menuju rumah-rumah warga, khususnya keluarga yang memiliki ibu hamil dan balita.
“Pengetahuan yang didapat harus diteruskan kepada masyarakat. Jangan berhenti di kader, tetapi sampai kepada keluarga, terutama ibu hamil dan ibu yang memiliki balita,” katanya.
Persoalan berbeda muncul di Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum. Di wilayah ini, penguatan PHBS diarahkan pada kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan, termasuk bagaimana sampah dipilah sejak dari sumbernya.
Lurah Sindangpalay, Detty Kurniati mengatakan, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, perubahan kebiasaan harus dimulai dari rumah sebelum kemudian menjadi gerakan bersama di tingkat lingkungan.
Penguatan kapasitas kader tersebut juga mendapat perhatian dari Camat Cibeureum Yanuar Ridwan. Pemanfaatan anggaran kelurahan diarahkan untuk kegiatan yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas kader PKK dan Posyandu.
Namun, peran kader di tengah masyarakat kini tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan dan lingkungan. Di tengah derasnya informasi melalui media sosial dan berbagai platform digital, kader PKK dan Posyandu juga diharapkan mampu menjadi penyaring informasi sebelum sebuah kabar diteruskan kepada warga.
Ranty mengingatkan agar kader tidak ikut mempercepat peredaran informasi yang belum jelas kebenarannya. Sikap tabayyun atau memeriksa terlebih dahulu menjadi penting agar informasi yang beredar tidak memicu keresahan maupun konflik di masyarakat.
“Kita harus membiasakan tabayyun. Jangan mudah percaya dan jangan mudah membagikan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya, apalagi kalau berpotensi menjadi hoaks,” tegas Ranty.
Ia menilai, kemampuan memilah informasi merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga. Masyarakat yang sehat bukan hanya membutuhkan lingkungan bersih dan asupan gizi yang baik, tetapi juga membutuhkan ruang sosial yang aman dari informasi menyesatkan.
Karena itu, kader diminta menggabungkan tiga peran tersebut dalam aktivitas sehari-hari, mengedukasi keluarga tentang kesehatan, mengajak warga menjaga lingkungan, sekaligus membangun budaya komunikasi yang lebih bijak.
“Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan pilar penting dalam membangun ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Implementasikan pengetahuan tersebut secara konsisten, nyata, dan berkelanjutan dalam setiap langkah pengabdian di tengah masyarakat,” pungkas Ranty. (ris)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566130/original/037654700_1777115193-Nnicgi2v3KAezF9tDS92s4.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579725/original/015072000_1778068987-IMG_8757.jpeg)















