Armada Terbatas, DLH Komitmen Maksimalkan Pengangkutan Sampah Sukabumi

5 hours ago 8
Kantor DLH Kabupaten Sukabumi di Kompleks Perkantoran Jajaway, Palabuhanratu.

SUKABUMI-Persoalan sampah di Kabupaten Sukabumi bukan sekadar soal bagaimana sampah dikumpulkan, tetapi juga bagaimana sampah tersebut diangkut tepat waktu.

Dengan wilayah administratif yang luas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi masih menghadapi keterbatasan armada pengangkut.

Kondisi itu membuat optimalisasi pelayanan pengangkutan sampah menjadi salah satu pekerjaan rumah yang terus dikebut. Di mana, dari kebutuhan ideal sekitar 250 unit truk sampah, saat ini DLH hanya mengoperasikan 54 armada.

Ironisnya, dari puluhan kendaraan tersebut, sekitar delapan unit mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal. Sebagian besar armada lainnya juga telah berusia lebih dari 10 tahun.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, mengakui keterbatasan armada menjadi salah satu kendala utama dalam memberikan pelayanan persampahan kepada masyarakat.

“Kita ingin terus melakukan optimalisasi pelayanan prima dengan kemampuan yang ada. Memang harus diakui, pelayanan pengangkutan sampah kepada masyarakat masih belum maksimal karena keterbatasan armada,” ujar Dede.

Menurutnya, kondisi kendaraan yang sudah berumur membuat kebutuhan perawatan semakin tinggi. Kerusakan ringan masih dapat ditangani melalui pemeliharaan rutin, tetapi kendaraan yang mengalami kerusakan berat membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

“Saat sebuah armada harus masuk bengkel, dampaknya tidak berhenti pada kendaraan yang tidak beroperasi. Jadwal pengangkutan di sejumlah wilayah pun harus ikut disesuaikan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pelayanan mengalami keterlambatan,” terangnya.

Persoalan tersebut, kata Dede lagi, semakin terasa karena cakupan wilayah Kabupaten Sukabumi sangat luas.

Berdasarkan master plan persampahan, kebutuhan armada untuk menjangkau seluruh wilayah administratif Kabupaten Sukabumi bahkan mencapai sedikitnya 250 unit truk sampah.

“Kalau berdasarkan master plan, untuk menjangkau seluruh wilayah administratif Kabupaten Sukabumi, kebutuhan minimalnya sekitar 250 unit truk sampah,” kata Dede.

Dede menegaskan, dengan jumlah armada yang tersedia saat ini, terdapat kesenjangan besar antara kebutuhan ideal dan kemampuan pelayanan di lapangan.

“Dari total 381 desa dan lima kelurahan, pelayanan pengangkutan sampah DLH saat ini baru menjangkau sekitar 156 desa yang tersebar di 36 kecamatan,” tuturnya.

Artinya, kata Dede lagi, masih terdapat wilayah yang belum tersentuh secara optimal oleh layanan pengangkutan sampah pemerintah daerah. Keterbatasan armada menjadi salah satu faktor yang membuat cakupan pelayanan belum mampu menjangkau seluruh wilayah.

“Ini menjadi kendala kita. Ketika satu kendaraan rusak atau sedang menjalani perawatan, pelayanan di lapangan harus disesuaikan,” jelasnya. (Ndi)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |