Saat Sampah Menyumbat, BPBD Kota Sukabumi Lakukan Aksi Bersih-Bersih

5 hours ago 5
BPBD Kota Sukabumi melakukan aksi bersih-bersih saluran drainase di Citamiang untuk mencegah banjir limpasan. Sampah yang menumpuk diangkat agar aliran air kembali lancar.

SUKABUMI – Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kota Sukabumi membuat kewaspadaan terhadap potensi bencana terus ditingkatkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi melalui Tim Satgas Penanggulangan Bencana bergerak cepat melakukan langkah preventif guna meminimalisir risiko banjir limpasan.

Pemantauan terbaru dilakukan di kawasan Jalan Sudajaya Hilir, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, salah satu titik rawan yang kerap terdampak luapan air saat hujan deras.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan tim terus disiagakan untuk memastikan kondisi lapangan tetap terkendali. Dalam pengecekan tersebut, petugas menemukan persoalan klasik yang menjadi pemicu utama genangan, yakni tumpukan sampah yang menyumbat saluran drainase.

“Kondisi ini sangat berisiko karena dapat menghambat aliran air dan memicu banjir dalam waktu singkat,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Minggu (19/4).

Tanpa menunggu lama, Tim Satgas langsung melakukan pembersihan di lokasi. Sampah-sampah yang menumpuk diangkat, sementara saluran air dinormalisasi agar aliran kembali lancar.

Upaya ini menjadi bagian penting dalam mencegah air meluap ke badan jalan maupun masuk ke permukiman warga. Yoseph menegaskan bahwa pencegahan adalah kunci agar potensi banjir tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Meski demikian, ia menekankan bahwa upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa peran aktif masyarakat. Edukasi terus digencarkan agar warga turut menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air, sekecil apa pun bentuknya. Selain itu, warga juga diajak menghidupkan kembali budaya gotong royong dengan rutin membersihkan selokan di lingkungan masing-masing,” paparnya.

Tak kalah penting, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Jika ditemukan tanda-tanda gangguan pada saluran air atau potensi bencana, warga diharapkan segera melaporkan kepada pihak terkait agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.

“Kegiatan ini merupakan bukti bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan risiko banjir di Kota Sukabumi dapat ditekan seminimal mungkin,” harapnya.(bam/d)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |