Erwan Setiawan: Jangan Ada Lagi Lulusan SMK yang Menganggur

6 hours ago 7
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meresmikan bangunan baru SMK Fajar Mandala

KABUPATEN SUMEDANG — Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendorong SMK Fajar Mandala tidak hanya berorientasi pada kelulusan siswa, tetapi mampu memastikan lulusannya memiliki kompetensi, akhlak, serta akses untuk langsung memasuki dunia kerja.

Hal itu disampaikan Erwan saat meresmikan bangunan baru SMK Fajar Mandala di Kampus 2 Cipameungpeuk, sekaligus meresmikan Masjid Jami Al-Fajar di Jalan Pager Betis No. 396, Desa Cipancar, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis (17/9/2026).

Erwan mengatakan, sebagai sekolah kejuruan, SMK memiliki tanggung jawab lebih untuk menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri. Karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan perusahaan agar lulusan dapat langsung memperoleh kesempatan kerja.

“Jangan sekadar meluluskan siswa-siswi saja, tapi bisa menjamin bahwa ketika mereka lulus akhlaknya terjaga dengan baik, moralnya terjaga dengan baik,” ujar Erwan.

Menurut Erwan, kebutuhan tersebut juga harus dibarengi dengan kepastian kesempatan kerja. Ia meminta Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumedang berkoordinasi dengan sekolah dan perusahaan yang beroperasi di Sumedang untuk membuka akses penyerapan tenaga kerja bagi lulusan SMK.

“Bila perlu kontrak dengan perusahaan-perusahaan, begitu lulus langsung kerja. Tidak ada lagi lulusan SMK, terutama SMK Fajar Mandala, yang menganggur. Saya akan kawal itu,” katanya.

Erwan juga menyinggung keberadaan ribuan pabrik di Kabupaten Sumedang. Menurutnya, pertumbuhan investasi dan industri harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Ia mengingatkan agar masyarakat Sumedang tidak hanya menjadi penonton di tengah berkembangnya kawasan industri di daerahnya sendiri.

Selain pendidikan dan ketenagakerjaan, Erwan menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Ia meminta pemerintah kabupaten/kota mendata seluruh pekerja, baik formal maupun informal, untuk memastikan mereka memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Informal itu ada petani, buruh kasar, pedagang, silakan data semua. Jangan sampai ketika bekerja kemudian terjadi kecelakaan, mereka tidak punya jaminan dan akhirnya timbul kemiskinan ekstrem baru, anaknya putus sekolah, dapurnya berhenti ngebul,” tutur Erwan.

Pada kesempatan tersebut, Erwan juga mengajak masyarakat Desa Cipancar memakmurkan Masjid Jami Al-Fajar yang telah berdiri selama 103 tahun dan baru selesai direnovasi. Ia menegaskan, pembangunan masjid tidak cukup hanya menghasilkan bangunan yang megah, tetapi harus diikuti dengan aktivitas keagamaan yang hidup dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Bukan hanya sekadar selesai bangunannya, megah bangunannya tapi kosong. Saya berharap masyarakat Desa Cipancar bisa memakmurkan Masjid Al-Hajar ini,” ujarnya.

Renovasi masjid dan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut turut mendapat dukungan dari ASN Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui zakat, infak, dan sedekah ASN yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat. Erwan berharap bantuan tersebut memberikan manfaat berkelanjutan, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dalam penguatan pendidikan, karakter, dan kehidupan keagamaan masyarakat. **

Read Entire Article
Information | Sukabumi |