Optimisme Tempe

4 weeks ago 39

Targetnya naik. Tapi dari target itu, ada target lagi. Lebih tinggi lagi. Entah cara pikir macam apa ini. Dan, apakah bisa? Begitulah kesan saya saat mengetahui target pendapatan asli daerah (PAD) Kota Sukabumi di 2026.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki resmi menyatakan pada rapat paripurna PAD 2026 sebesar Rp535 miliar. Target tersebut sudah tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi 2026. Dari target tersebut, Ayep Zaki mematok target lagi. Sebuah misi ambisius oleh sang kepala daerah yang sedang bulan ke-11 kepemerintahannya.

“Saya optimistis, bisa melampaui target Rp535 miliar. Insya Allah, tahun ini PAD bisa mencapai sekitar Rp650 miliar”

Ucapan Ayep Zaki ini bikin geleng-geleng kepala. Banyak faktor yang meragukannya. Pertama, dia adalah pendatang baru. Kedua, pemerintah pusat resmi memangkas parah dana transfer daerah se-Indonesia, termasuk Kota Sukabumi. Ketiga, situasi kondisi force majeur. Keempat, masih saya pikirkan.

Tapi, hal ini bukan problem baru bagi Ayep Zaki. Dia sudah terbiasa. Dia adalah seorang pengusaha. Jatuh bangun sudah biasa. Usahanya ada di mana-mana. Se-Indonesia. Dia dikenal sebagai juragan tempe. Ya, optimistis mencapai target itu berkat mental seorang tukang tempe. Yang kini ditakdirkan menjadi wali kota.

Suatu waktu. Pada pagi hari. Saya berkesempatan sarapan bersama Ubaydillah. Pria itu akrab disapa Haji Ubay. Dia adalah sahabat sejati Ayep Zaki. Haji Ubay kini dipercaya untuk membantu Ayep Zaki dalam salah satu sektor kepemerintahan yang khusus dan spesifik.

Haji Ubay mengatakan bahwa Ayep Zaki orang yang berpengalaman dalam urusan usaha. Segala usaha telah diusahakan. “Pak Ayep Zaki itu orangnya fokus, komitmen, dan serius. Anda bisa lihat karyanya di Sumatera, di Banjarmasin, hingga di Papua,” kata Haji Ubay. Saya pun diajak berimaji. Bagaimana mungkin dengan bisnis tempe, sebuah kudapan tradisional, membuat puluhan titik usaha se-Indonesia.

Namun, apakah bisa disamakan masalah tempe dengan masalah Kota Sukabumi? Biarkan Ayep Zaki yang menjawabnya.

Perlu diketahui pula, target dari target ini bukan ujug-ujug muncul. Pada 2025 lalu, realisasi PAD adalah Rp491,5 miliar. Sedangkan target PAD tahun lalu adalah Rp489 miliar. Artinya, sudah melebihi target. Ada margin lebih Rp2,5 miliar. Begitulah matematika awam saya.

Nah, soal 2026, dari Rp535 miliar, ada target optimistis yang ingin dicapai lagi sekitar Rp650 miliar. Artinya, ada margin Rp115 miliar dari target ke target. Jika disandingkan dengan margin 2025 dengan 2026, tentu ini sangat tidak masuk akal. Sekali lagi, dari Rp2,5 miliar menjadi Rp115 miliar. Mampukah Ayep Zaki merealisasikannya?

“Insya Allah. Untuk itu, saya butuh kerja bersama semua pihak. PAD ini saya katakan akan kembali lagi untuk masyarakat Kota Sukabumi. Untuk kesejahteraan masyarakat” Demikian jawaban diplomatis dan politis dari Ayep Zaki.

Satu lagi yang perlu diperhatikan. Kota Sukabumi berada di peringkat ke-1 dalam hal realisasi belanja APBD 2025 dan peringkat ke-8 dalam hal realisasi pendapatan APBD 2025. Rasa-rasanya, cukup masuk akal kalau Ayep Zaki memiliki target di 2026 yang sangat optimistis.

Baik lah. Niat baik ini memang perlu didukung. Sembari mata publik tetap harus memelototi kinerja Ayep Zaki di 2026.

Oleh: Fawzy Ahmad

Read Entire Article
Information | Sukabumi |