SUKABUMI – Di tengah gempuran produk asing yang membanjiri pasar domestik, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, mengambil langkah proaktif untuk membentengi generasi muda. Bertempat di SMK Yashika Sukabumi, Disdagin menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), belum lama ini.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin. Para siswa diajak untuk membedah urgensi kedaulatan ekonomi melalui pilihan belanja sehari-hari.
Hadir langsung sebagai narasumber, Kepala Bidang Pengembangan Ekspor dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Disdagin Kabupaten Sukabumi, Irwan Fajar, SH, MSi.
Dalam paparannya, Irwan Fajar menekankan bahwa mencintai produk dalam negeri adalah bentuk patriotisme modern. Menurutnya, edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam agar siswa memiliki kesadaran kolektif untuk lebih mencintai, bangga, dan menggunakan produk lokal.
“Kami ingin menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap produk bangsa sendiri. Siswa-siswi ini adalah generasi penerus. Mereka harus mampu memilah dan memilih produk saat berbelanja, sehingga tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” kata Irwan Fajar kepada Radar Sukabumi pada Senin (02/02/2026).
Lebih jauh, Irwan menjelaskan, bahwa gerakan Bangga Buatan Indonesia memiliki efek domino yang besar terhadap perekonomian nasional. Jika masyarakat, terutama generasi Z, beralih ke produk lokal, maka lapangan kerja akan terbuka lebar dan UMKM akan semakin berdaya.
Dalam sosialisasi tersebut, dibahas pula beberapa poin krusial, di antaranya alasan fundamental terkait mengapa produk lokal kini memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan brand global.
Dalam contoh nyata telah memperkenalkan produk-produk asli Indonesia yang sudah merambah pasar internasional sebagai inspirasi. Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga membahas perihal konsumen cerdas seperti, memberikan tips bagi siswa agar teliti dalam melihat legalitas dan kualitas produk sebelum membeli.
Pemilihan SMK Yashika sebagai salah satu lokasi sosialisasi merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke berbagai SMA/SMK di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Langkah ini dinilai strategis mengingat kelompok remaja adalah target pasar utama perdagangan digital yang rentan terhadap tren produk impor.
Irwan berharap, melalui kegiatan ini, para siswa dapat bertransformasi menjadi konsumen cerdas. Di tengah semaraknya produk asing di pasar konvensional maupun marketplace, siswa diharapkan tetap memprioritaskan karya anak bangsa.
“Harapannya, mereka bisa menjadi agen perubahan. Dengan memilih produk dalam negeri, mereka secara langsung ikut memperkuat struktur ekonomi bangsa kita sendiri,” pungkasnya. (Den)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378300/original/038655500_1760238476-IMG_8887_1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391590/original/061742600_1761357910-Untitled.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391434/original/025274800_1761317947-shopee_2.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5372885/original/007218900_1759803541-DYLLA_AGNESIA__MITA_SOEDARJO__RINI__RIA_LIRUNGAN.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5374781/original/040007900_1759903932-brfrfr.jpg)
