10 Trik Menata Laci Serbaguna agar Tidak Berantakan Lagi, Tertata dengan Rapi

12 hours ago 9

Fimela.com, Jakarta - Trik menata laci serbaguna agar tidak berantakan lagi menjadi solusi bagi banyak orang yang sering kesulitan menemukan barang-barang kecil di rumah. Laci serbaguna memang praktis untuk menyimpan berbagai kebutuhan, mulai dari alat tulis, kabel, baterai, hingga perlengkapan rumah tangga. Namun, jika tidak ditata dengan baik, laci justru berubah menjadi tempat menumpuk barang yang berantakan.

Agar lebih mudah digunakan, Anda tidak perlu membeli perlengkapan penyimpanan yang mahal. Dengan sedikit penataan dan kebiasaan yang tepat, laci serbaguna bisa kembali rapi dan nyaman digunakan setiap hari.  Berikut dipaparkan trik menata laci serbaguna agar tidak berantakan lagi, dilansir fimela.com dari berbagai sumber, Jumat (24/7/2026).

1. Keluarkan Semua Isi Laci dan Pilah

Langkah penting pertama adalah mengosongkan laci sepenuhnya. Sebelum memulai proses penataan, penting untuk mengeluarkan setiap barang dari laci, sehingga Anda memiliki pandangan menyeluruh terhadap semua isinya. Tindakan ini memungkinkan evaluasi yang komprehensif terhadap barang-barang yang Anda miliki.

Setelah laci kosong, bersihkan bagian dalamnya dari debu atau kotoran. Proses pembersihan ini memastikan bahwa barang-barang yang akan disimpan kembali berada di lingkungan yang bersih dan terawat. Sebelum merapikan, penting untuk mengetahui barang apa yang harus disingkirkan, dimulai dengan mengeluarkan semua isi kabinet dan memisahkan mana yang masih bisa dipakai atau tidak.

Pengosongan laci secara total memberikan kesempatan untuk secara objektif menilai setiap item. Ini adalah tahap krusial untuk menentukan barang mana yang benar-benar perlu disimpan dan mana yang sudah saatnya untuk disingkirkan, sehingga laci tidak lagi menjadi tempat penumpukan barang yang tidak relevan.

2. Singkirkan Barang yang Tidak Perlu atau Rusak

Setelah semua barang dikeluarkan dan dipilah, berikutnya adalah melakukan proses decluttering secara menyeluruh. Ini berarti membuang atau menyumbangkan barang-barang yang sudah tidak terpakai, rusak, atau tidak lagi dibutuhkan. Sesekali periksa semua barang di dalam laci.

Jika Anda belum pernah menggunakan sesuatu dalam setahun terakhir atau memiliki barang kembar, mungkin saatnya membuangnya. Kriteria ini sangat membantu dalam membuat keputusan tentang barang yang harus dipertahankan. Demikian pula, buang pakaian yang tidak lagi dipakai atau sudah rusak, dan prioritaskan yang sering dikenakan.

Proses decluttering ini akan secara signifikan mengurangi kekacauan dan memberikan lebih banyak ruang yang berharga untuk barang-barang yang benar-benar penting dan sering digunakan. Dengan demikian, laci Anda akan menjadi lebih efisien dan terorganisir.

3. Kategorikan Barang Berdasarkan Fungsi

Selanjutnya adalah mengelompokkan barang-barang berdasarkan kategori atau fungsinya. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap item memiliki 'rumah' yang jelas, sehingga laci tidak lagi menjadi tempat penyimpanan acak.

Sebagai contoh, semua alat tulis dapat ditempatkan di satu bagian, aksesori kecil di bagian lain, atau peralatan dapur yang sejenis dikumpulkan bersama. Sendok dan cangkir takar serta sendok es krim di satu laci, sendok pengaduk, penjepit, spatula dan parutan di laci lainnya.

Pengelompokan yang sistematis ini tidak hanya memudahkan Anda menemukan apa yang Anda cari dengan cepat, tetapi juga mempermudah proses mengembalikan barang ke tempatnya setelah digunakan. Ini adalah kunci untuk menjaga laci tetap rapi dan terhindar dari kekacauan berulang.

4. Gunakan Pembatas Laci (Drawer Dividers)

Penggunaan pembatas laci atau drawer dividers merupakan trik yang sangat penting agar laci tidak berantakan lagi. Pembatas ini berfungsi untuk memisahkan kategori barang dan secara efektif mencegahnya bergeser atau bercampur aduk di dalam laci.

Meskipun pembatas laci mungkin terlihat mengambil ruang ekstra, alat ini sangat membantu menghindari kekacauan dengan mengelompokkan barang-barang dan menjaga laci lebih menarik secara visual. Penggunaan sekat rak organizer juga merupakan cara efektif untuk menjaga laci tetap rapi.

Tersedia berbagai jenis pembatas laci di pasaran, mulai dari yang dapat disesuaikan, modular, hingga yang terbuat dari bambu atau plastik. Penting untuk memilih pembatas yang sesuai dengan ukuran laci dan jenis barang yang akan disimpan, memastikan fungsionalitas optimal.

5. Manfaatkan Ruang Vertikal

Untuk laci yang memiliki kedalaman lebih, memanfaatkan ruang vertikal. Strategi ini memaksimalkan kapasitas penyimpanan laci, terutama untuk barang-barang kecil yang seringkali memakan banyak ruang horizontal.

Anda dapat menggunakan organizer bertingkat atau wadah yang dapat ditumpuk untuk menambah lapisan penyimpanan. Pengaturan seperti ini memungkinkan Anda menyimpan lebih banyak barang dalam area yang sama tanpa menimbulkan kekacauan. Pemanfaatan ruang vertikal sangat berguna untuk mengorganisir barang-barang kecil seperti kaus kaki, pakaian dalam, atau aksesori lainnya. 

6. Pilih Organizer yang Sesuai Ukuran Laci

Hal yang sering terabaikan adalah pentingnya mengukur laci sebelum membeli organizer. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa organizer yang Anda pilih akan pas dan berfungsi optimal.

Memilih organizer dengan ukuran yang tepat akan mencegah adanya ruang kosong yang tidak efisien atau organizer yang terlalu sempit dan tidak mampu menampung barang dengan baik. Ini akan mempermudah dalam memilih pemisah dan pengatur laci yang sesuai.

Organizer yang pas tidak hanya membantu menjaga kerapian, tetapi juga stabilitas barang-barang di dalamnya. Hal ini akan memastikan bahwa sistem organisasi yang Anda bangun dapat bertahan lama dan efektif.

7. Gunakan Wadah Bekas atau DIY Organizer

Untuk menerapkan trik menata laci dengan anggaran terbatas, Anda bisa memanfaatkan wadah bekas atau membuat organizer sendiri. Ini adalah cara kreatif dan hemat biaya untuk menciptakan solusi penyimpanan yang fungsional.

Berbagai barang bekas seperti kaleng, kotak sereal yang dipotong, atau wadah es krim dapat diubah menjadi sekat atau tempat penyimpanan kecil. Barang bekas seperti kardus, botol plastik, kaleng, stoples, hingga papan kayu memiliki peluang untuk digunakan kembali sebagai organizer dapur.

Wadah-wadah daur ulang ini dapat digunakan untuk menyimpan klip makanan, karet pengikat, cetakan kue mini, sendok takar, pemotong kecil, hingga perlengkapan dapur lainnya yang berukuran mungil. Ini adalah cara yang ramah lingkungan untuk mendaur ulang dan mengurangi limbah sambil tetap menjaga kerapian.

8.  Labeli Laci atau Organizer

Untuk menjaga laci agar tetap efektif dalam jangka panjang, pertimbangkan untuk memberi label pada laci atau setiap organizer di dalamnya. Pelabelan ini berfungsi sebagai panduan visual yang jelas.

Label membantu Anda dan anggota keluarga lain mengetahui dengan pasti di mana setiap barang disimpan. Dengan adanya label, proses pengambilan barang menjadi lebih cepat dan efisien, serta memudahkan pengembalian barang ke tempat yang semestinya setelah digunakan. Untuk membuat penyimpanan lebih teratur, setiap kaleng dapat diberikan label sesuai isi di dalamnya.

9. Kembalikan Barang ke Tempatnya Setelah Digunakan

Menata laci yang paling mendasar namun sering terabaikan adalah kebiasaan mengembalikan barang ke tempatnya setelah dipakai. Kebiasaan sederhana ini merupakan fondasi utama untuk menjaga kerapian.

Hal mendasar yang harus dilakukan untuk tetap menjaga kerapian rumah adalah mengembalikan barang setelah dipakai. Tanpa kebiasaan ini, barang-barang akan menumpuk di luar laci dan sistem organisasi yang sudah dibuat akan cepat rusak.

Mengembangkan kebiasaan ini akan mencegah penumpukan barang di tempat yang tidak semestinya dan memastikan bahwa sistem organisasi yang sudah Anda bangun tetap berfungsi dengan baik. Ini adalah kunci untuk mempertahankan laci yang rapi secara konsisten.

10. Rutin Merapikan Laci

Terakhir, trik menata laci adalah dengan melakukan perapian rutin. Meskipun laci sudah tertata rapi, kekacauan dapat kembali muncul seiring berjalannya waktu dan penggunaan sehari-hari.

Oleh karena itu, penting untuk meluangkan beberapa menit setiap minggu atau bulan untuk memeriksa dan merapikan kembali isi laci. Pengetahuan menyarankan untuk merapikan laci sesering mungkin agar tidak berantakan, bahkan hanya akan memakan waktu beberapa menit setiap minggu.

Konsistensi dalam perapian adalah kunci untuk menjaga laci tetap terorganisir dalam jangka panjang. Seperti yang diungkapkan oleh Lemon8, rutin memeriksa dan merapikan laci membantu untuk tetap teratur. Dengan demikian, Anda dapat memastikan bahwa laci serbaguna Anda selalu dalam kondisi terbaik.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Trik Menata Laci Serbaguna agar Tidak Berantakan Lagi

1. Apa langkah pertama dalam trik menata laci serbaguna agar tidak berantakan lagi?

Langkah pertama adalah mengeluarkan semua isi laci, membersihkannya, dan memilah barang-barang yang masih diperlukan untuk disimpan.

2. Mengapa penting untuk mengkategorikan barang di laci?

Mengkategorikan barang berdasarkan fungsinya sangat penting karena memudahkan pencarian, mempercepat proses pengembalian barang ke tempatnya, dan menjaga laci tetap rapi.

3. Bagaimana pembatas laci (drawer dividers) membantu menjaga kerapian?

Pembatas laci membantu menjaga kerapian dengan memisahkan kategori barang, mencegahnya bergeser atau bercampur aduk, dan membuat laci terlihat lebih terorganisir secara visual.

4. Apa manfaat memanfaatkan ruang vertikal di laci?

Memanfaatkan ruang vertikal dengan organizer bertingkat atau wadah tumpuk dapat memaksimalkan kapasitas penyimpanan, terutama efektif untuk laci yang lebih dalam dan barang-barang kecil. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

  • Miranti
  • Alieza Nurulita

Sofa untuk Ruang Tamu (AI Generated)

Info20 Tips Memilih Model Sofa untuk Ruang Tamu Sempit, Lebih Nyaman Digunakan

Tips memilih model sofa untuk ruang tamu sempit agar terasa lega, nyaman, fungsional, dan tetap estetik setiap hari.

Trik Menata Rak Terbuka agar Tidak Terlihat Penuh (AI Generated)

Info8 Trik Menata Rak Terbuka agar Tidak Terlihat Penuh Tanpa Mengurangi Fungsi Penyimpanan

8 Trik menata rak terbuka agar tidak terlihat penuh tanpa mengurangi fungsi penyimpanan. Rumah tetap rapi, estetik, dan nyaman dipandang.

 Gemini]

InfoUkuran Greenhouse Mini untuk Rumah Subsidi, Berapa yang Ideal agar Tetap Fungsional?

Ingin punya kebun di rumah subsidi? Ketahui panduan memilih ukuran greenhouse mini yang ideal, mulai dari tipe lahan hingga material terbaik, agar tanaman tumbuh optimal dan fungsional.

Ilustrasi ikan segar. (Photo by camila igisk on Unsplash)

Food6 Tips Mengolah Ikan Laut agar Tidak Berbau Amis, Rahasia Hasil Masakan Lebih Sedap

Tips mengolah ikan laut agar tidak berbau amis, mulai dari pembersihan hingga penggunaan bahan alami.

Mencuci dan memotong sayuran sekaligus di hari libur akan menghemat waktu memasak Anda hingga lima puluh persen. [Dok/Pexels.com/ShotPot].

Food7 Resep Lauk dari 3 Bahan yang Cocok untuk Akhir Bulan, Solusi Cerdas Akhir Bulan

Temukan beragam resep lauk praktis dan ekonomis untuk akhir bulan yang hanya membutuhkan tiga bahan utama. Sajian lezat ini tetap bergizi dan mudah dibuat.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |