Cara Menghilangkan Bau Amis pada Talenan, Dijamin Dapur Kembali Segar dengan Bahan Sederhana

11 hours ago 11

Fimela.com, Jakarta - Cara menghilangkan bau amis pada talenan menjadi informasi yang banyak dicari karena talenan merupakan salah satu peralatan dapur yang paling sering bersentuhan dengan ikan, seafood, daging mentah, hingga bumbu beraroma tajam seperti bawang putih. Jika tidak dibersihkan dengan benar, bau amis dapat bertahan lama bahkan berpindah ke bahan makanan lain.

Masalah ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada talenan kayu yang memiliki pori-pori alami sehingga mudah menyerap cairan, minyak, dan senyawa penyebab bau. Namun, talenan plastik pun tetap bisa menyimpan aroma tidak sedap apabila terdapat banyak goresan bekas pisau. Anda tidak perlu langsung mengganti talenan. Dengan beberapa bahan sederhana yang hampir selalu tersedia di dapur, bau amis dapat dihilangkan secara efektif sekaligus menjaga talenan tetap higienis dan awet digunakan.

Menurut The Kitchn, Real Simple, serta berbagai panduan perawatan talenan dari Serious Eats, bau amis berasal dari senyawa organik yang terserap ke dalam permukaan talenan. Oleh karena itu, proses menghilangkan baunya tidak cukup hanya menggunakan sabun cuci piring, tetapi memerlukan bahan yang mampu menyerap maupun menetralkan aroma. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan, dirangkum Liputan6.com, Kamis (23/7/2026).

1. Bersihkan Terlebih Dahulu Menggunakan Air Hangat dan Sabun Cuci Piring

Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah mencuci talenan menggunakan sabun cuci piring setelah selesai digunakan.

Real Simple menjelaskan bahwa mencuci segera setelah memotong ikan atau daging dapat mencegah sisa protein dan lemak menempel terlalu lama pada permukaan talenan. Gunakan air hangat dan sikat berbulu sedang agar sisa makanan yang masuk ke dalam goresan dapat terangkat.

Bila aroma amis masih tersisa setelah dicuci, ulangi pencucian sekali lagi sebelum menggunakan metode pembersihan lainnya. Cara ini membantu mengurangi residu sehingga bahan penghilang bau dapat bekerja lebih efektif.

2. Gunakan Pasta Baking Soda untuk Menyerap Bau Amis

Salah satu cara menghilangkan bau amis pada talenan yang paling direkomendasikan berasal dari The Kitchn.

Caranya sangat sederhana, yaitu:

  • Campurkan tiga bagian baking soda dengan satu bagian air hingga membentuk pasta.
  • Oleskan ke seluruh permukaan talenan.
  • Gosok perlahan menggunakan spons atau sikat.
  • Diamkan sekitar 10–15 menit.
  • Bilas hingga benar-benar bersih.
  • Keringkan secara tegak.

Baking soda dikenal sebagai penyerap bau alami sehingga efektif menghilangkan aroma ikan, bawang putih, terasi, hingga makanan berbumbu kuat.

Menurut The Kitchn, metode ini dapat digunakan baik pada talenan kayu maupun plastik tanpa meninggalkan aroma tambahan seperti halnya penggunaan lemon.

3. Manfaatkan Cuka Putih untuk Bau Amis Bekas Ikan

Jika bau amis berasal dari ikan atau daging mentah, cuka putih dapat menjadi pilihan berikutnya.

Real Simple menyebutkan bahwa cuka bekerja sebagai pembersih ringan sekaligus membantu menetralkan bau yang menempel pada permukaan talenan.

Cara penggunaannya cukup mudah.

  • Semprotkan atau usapkan cuka putih ke seluruh permukaan talenan.
  • Diamkan sekitar lima menit.
  • Bilas menggunakan air bersih.
  • Keringkan hingga benar-benar tidak lembap.

Apabila bau masih terasa, Anda dapat melanjutkan dengan pasta baking soda agar hasilnya lebih maksimal.

4. Gosok Menggunakan Garam dan Lemon

Metode garam dan lemon sudah lama digunakan untuk membersihkan talenan kayu.

Menurut ahli kebersihan Melissa Lush yang dikutip Real Simple, garam membantu mengangkat kotoran dan bau dari pori-pori kayu, sedangkan asam sitrat dalam lemon membantu menetralkan aroma menyengat.

Caranya yaitu:

  • Potong lemon menjadi dua bagian.
  • Celupkan bagian yang terbuka ke dalam garam.
  • Gosok mengikuti arah serat kayu.
  • Diamkan beberapa menit.
  • Bilas bersih.
  • Keringkan dengan posisi berdiri.

Cara ini sangat cocok digunakan setelah memotong bawang merah, bawang putih, atau sayuran beraroma tajam. Namun bagi sebagian orang, aroma lemon mungkin masih sedikit tertinggal sehingga baking soda menjadi alternatif yang lebih netral.

5. Jangan Menyimpan Talenan Saat Masih Basah

Kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung menyimpan talenan setelah dicuci.

Padahal, menurut Real Simple, kelembapan yang terperangkap pada talenan dapat memicu munculnya bau tidak sedap dan mempercepat pertumbuhan mikroorganisme.

Setelah dicuci, letakkan talenan dalam posisi berdiri agar kedua sisinya mendapatkan sirkulasi udara. Hindari merendam talenan kayu terlalu lama karena air dapat meresap ke dalam serat kayu dan menyebabkan retak maupun melengkung.

Kenapa Bau Amis Sulit Hilang dari Talenan?

Banyak orang bertanya mengapa talenan tetap berbau walaupun sudah dicuci berkali-kali.

Jawabannya berkaitan dengan jenis material talenan.

Menurut Serious Eats, kayu memiliki pori-pori alami yang mampu menyerap cairan dari bahan makanan. Jika tidak dirawat dengan baik, aroma ikan, bawang, atau daging akan tersimpan di dalam serat kayu.

Sementara itu, talenan plastik memang tidak seporos kayu, tetapi goresan bekas pisau dapat menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan minyak. Lama-kelamaan bagian tersebut menjadi sumber bau yang sulit dibersihkan hanya dengan sabun.

Karena itulah cara menghilangkan bau amis pada talenan sebaiknya tidak hanya berfokus pada mencuci, tetapi juga menggunakan bahan yang mampu menyerap atau menetralkan senyawa penyebab bau.

Cara Merawat Talenan agar Tidak Mudah Bau

Selain membersihkan bau yang sudah muncul, perawatan rutin juga penting dilakukan agar aroma amis tidak kembali.

Beberapa langkah yang disarankan oleh Serious Eats dan Real Simple antara lain:

  • Cuci talenan segera setelah selesai digunakan.
  • Gunakan talenan terpisah untuk ikan, daging mentah, dan sayuran agar aroma tidak saling berpindah.
  • Jangan merendam talenan kayu di dalam air.
  • Selalu keringkan talenan secara tegak sebelum disimpan.
  • Oleskan food-grade mineral oil secara berkala pada talenan kayu agar pori-porinya tidak terlalu mudah menyerap cairan dan bau.
  • Jika permukaan talenan kayu sudah penuh goresan, amplas halus terlebih dahulu lalu beri lapisan mineral oil kembali sebagaimana disarankan oleh Serious Eats.

Perawatan sederhana ini tidak hanya mengurangi bau amis, tetapi juga memperpanjang umur pakai talenan.

Apakah Talenan Kayu atau Plastik Lebih Mudah Menyimpan Bau?

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Talenan kayu cenderung lebih ramah terhadap mata pisau serta memiliki tingkat kelangsungan hidup bakteri yang lebih rendah dibanding plastik apabila dirawat dengan benar, sebagaimana dijelaskan oleh Serious Eats. Namun, kayu membutuhkan perawatan rutin berupa pelumasan menggunakan mineral oil agar tidak mudah menyerap bau.

Sebaliknya, talenan plastik lebih mudah dibersihkan dan tidak terlalu menyerap aroma. Akan tetapi, jika permukaannya sudah dipenuhi goresan, sisa makanan dapat terjebak sehingga bau amis tetap muncul.

Karena itu, apa pun jenis talenan yang digunakan, kebersihan setelah pemakaian tetap menjadi faktor paling penting.

Kapan Sebaiknya Talenan Diganti?

Meski berbagai metode di atas efektif, ada kondisi tertentu yang membuat talenan sebaiknya diganti.

Misalnya apabila:

  • muncul retakan besar;
  • permukaan sudah sangat kasar;
  • bau amis tetap bertahan meski sudah dibersihkan berulang kali;
  • terdapat jamur atau perubahan warna yang sulit dihilangkan.

Talenan dengan kondisi tersebut lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh sehingga kurang ideal untuk digunakan sebagai alas memotong makanan.

Tanya Jawab Seputar Bau pada Talenan

1. Apa penyebab utama bau amis pada talenan?

Bau muncul karena sisa protein, minyak, dan cairan dari ikan atau daging meresap ke dalam pori-pori maupun goresan talenan sehingga sulit hilang hanya dengan sabun.

2. Apakah baking soda benar-benar efektif menghilangkan bau amis?

Ya. Baking soda merupakan penyerap bau alami. Menurut The Kitchn dan Real Simple, pasta baking soda efektif menghilangkan aroma ikan, bawang putih, rempah, hingga makanan berminyak.

3. Apakah talenan kayu boleh dicuci menggunakan mesin pencuci piring?

Tidak disarankan. Paparan air panas dan kelembapan tinggi dapat menyebabkan kayu melengkung, retak, bahkan mempercepat kerusakan.

4. Seberapa sering talenan kayu perlu diberi minyak?

Serious Eats menyarankan pemberian food-grade mineral oil secara berkala. Untuk penggunaan rumah tangga biasa, pelumasan sekitar dua hingga tiga kali setahun umumnya sudah cukup, atau lebih sering jika permukaan mulai tampak kering.

5. Bagaimana cara mencegah bau amis muncul kembali?

Cuci talenan segera setelah dipakai, keringkan dalam posisi berdiri, gunakan talenan berbeda untuk bahan mentah dan sayuran, serta lakukan perawatan rutin terutama pada talenan kayu.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Information | Sukabumi |