Delapan Talenta SMKN 2 Sukabumi Bidik Prestasi di FLS3N Tingkat Provinsi

2 hours ago 3

SUKABUMI — Prestasi gemilang kembali ditorehkan SMKN 2 Sukabumi. Sekolah kejuruan yang dikenal konsisten melahirkan siswa berprestasi ini sukses mengantarkan delapan talenta terbaiknya melaju ke ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026.

Mereka akan menjadi duta Kota Sukabumi dalam berbagai cabang lomba seni dan sastra, mulai dari cipta puisi, solo vokal, solo gitar, film pendek, hingga fotografi. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa SMKN 2 Sukabumi bukan hanya unggul dalam bidang kejuruan, tetapi juga mampu mengasah kreativitas dan seni siswa hingga berprestasi di tingkat kompetitif.

Delapan siswa yang berhasil merebut tiket ke tingkat provinsi yakni Dafa Nur Hikam dari kelas XI RPL 2 untuk cabang Cipta Puisi, Mohammad Septyan Ramadhany (XI RPL 2) dan Anindya Syifa (XI AKT 2) untuk Solo Vokal Putra dan Putri, Jason Nathaniel Sinaga (XI RPL 1) untuk Solo Gitar, serta tim Film Pendek yang terdiri atas Muhamad Fazli Esfandiar (XI RPL 1), Mohammad Jillian Edh Fathory (X PPLG 1), dan Anna Aulia Khoir (X MPLB 1). Sementara pada cabang Fotografi, Muhammad Sahdan Ramadhan (XI RPL 2) berhasil tampil sebagai yang terbaik.

Keberhasilan ini disambut penuh kebanggaan oleh seluruh warga sekolah. Di balik capaian tersebut, tersimpan proses panjang yang diwarnai latihan rutin, ketekunan, dan dukungan kuat dari para guru pembimbing.

Guru Seni SMKN 2 Sukabumi, Yuniar Farita Hermawati, menuturkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu faktor utama yang membantu sekolah menemukan dan membina siswa-siswa berbakat.

“Ekstrakurikuler sangat menunjang sehingga kami dapat menemukan anak-anak yang memiliki bakat luar biasa. Ketika mereka memiliki talenta, kami fasilitasi untuk mengikuti lomba agar kemampuan mereka tersalurkan dan berkembang,” ujarnya.

Menurut Yuniar, proses pembinaan dilakukan secara serius. Para siswa tidak hanya berlatih di sekolah dengan bimbingan guru sesuai bidang lomba, tetapi juga diminta berlatih mandiri di rumah untuk terus meningkatkan kualitas penampilan.

“Strategi kami adalah memperbanyak pengalaman. Siswa sering mengikuti berbagai lomba, baik yang diadakan oleh Dinas Pendidikan maupun instansi lain. Dari situ mental dan kemampuan mereka semakin terasah,” katanya.

Meski harus bersaing dengan sekolah-sekolah seni unggulan di kota besar seperti Bandung, Yuniar tetap optimistis anak didiknya mampu memberikan kejutan.

“Kun fayakun, harus juara. Walaupun di Bandung ada sekolah-sekolah khusus seni, kami percaya siswa SMKN 2 Sukabumi mampu bersaing dan tampil terbaik,” tegasnya penuh keyakinan.

Ia menambahkan, persiapan terpenting menuju tingkat provinsi bukan hanya soal teknik, melainkan juga kesiapan mental dan spiritual. Paling utama adalah doa, menjaga kesehatan, keberanian lahir batin, dan fokus. Semua harus siap untuk memberikan yang terbaik.

Salah satu kisah paling inspiratif datang dari Anindya Syifa, siswi kelas XI AKT 2 yang berhasil meraih Juara 1 Solo Vokal Putri tingkat Kota Sukabumi. Wajahnya memancarkan kebahagiaan saat mengenang momen kemenangan yang tak pernah ia sangka sebelumnya.

“Perasaan saya tentu sangat senang, bangga, dan sedikit terkejut. Dari awal saya tidak pernah menyangka bisa meraih juara 1 dan mewakili Kota Sukabumi,” ungkap Anindya.

Bagi Anindya, pencapaian ini memiliki makna sangat emosional. Pada tahun 2022, ia pernah mengikuti ajang serupa, namun harus menerima kenyataan belum berhasil meraih kemenangan.

“Waktu itu saya gagal. Karena itu, saya sangat bersyukur akhirnya impian yang sudah lama saya tunggu bisa tercapai. Ini benar-benar di luar dugaan,” tuturnya.

Bakat bernyanyi Anindya tumbuh sejak usia 10 tahun, saat masih duduk di kelas 4 sekolah dasar. Ketertarikannya bermula dari kebiasaan menonton acara musik di televisi. Awalnya, bernyanyi hanya menjadi hobi sederhana. Namun saat pandemi COVID-19, ia memiliki lebih banyak waktu di rumah dan mulai serius mengasah kemampuan vokalnya. Dukungan keluarga menjadi energi besar yang membuatnya semakin percaya diri.

“Keluarga saya sangat mendukung. Saya sering membuat cover lagu di rumah dan tampil di beberapa kafe. Dari situ saya mulai yakin bahwa saya ingin menekuni dunia tarik suara,” katanya.

Perjalanan panjang tersebut terus berlanjut melalui ekstrakurikuler musik di sekolah. Dari sana, kemampuan Anindya semakin berkembang dan membawanya menuju panggung prestasi. Pada FLS3N tahun ini, Anindya membawakan lagu wajib daerah Sunda “Bubuy Bulan” serta lagu pop “Tak Segampang Itu”.

“Saya memilih Bubuy Bulan karena sangat sesuai dengan karakter suara saya. Lagu itu memiliki nada yang indah dan saya menikmati setiap bagian ketika membawakannya,” ujarnya.

Sedangkan lagu “Tak Segampang Itu” memiliki makna personal yang mendalam. “Lagu itu menyimpan banyak kenangan. Setiap kali saya menyanyikannya, saya teringat berbagai pengalaman yang memberi pelajaran berharga dalam hidup,” tutur Anindya.

Meski telah meraih Juara 1 tingkat kota, Anindya menyadari tantangan di tingkat provinsi akan jauh lebih berat. Karena itu, ia terus mematangkan teknik vokal, penghayatan lagu, dan menjaga kesehatan fisik maupun mental.

“Saya akan belajar dari setiap kekurangan, terus berlatih, dan menjaga kondisi agar bisa tampil maksimal,” katanya.

Anindya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanannya terutama untuk keluarga, guru, kepala sekolah, dan teman-teman punya peran besar. “Saya sering berlatih bersama guru pembimbing dan juga di rumah ditemani ayah dan ibu,” pungkasnya. (wdy)

Read Entire Article
Information | Sukabumi |