BERTANDING : Siswa MAN 4 Kabupaten Sukabumi, saat bertanding dengan MA Al-Basri di ajang bergengsi Porismas di Setukpa Polri, Kota Sukabumi. FOTO: ISTIMEWA
SUKABUMI – Suasana di Setukpa Polri Kota Sukabumi, mendadak riuh dengan sorak-sorai ribuan pelajar tingkat SMA/SMK sederajat se-Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Mereka hadir bukan sekadar berkumpul, melainkan untuk berunjuk kebolehan dalam ajang bergengsi Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Siswa (Porismas) yang diselenggarakan oleh Siswa Sekolah Pembentukan Perwira (SIP) Angkatan 55 Resimen Desaka Dhira Pradipha pada Kamis (30/4).
Di antara berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan seperti bulu tangkis dan Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB), cabang bola voli menjadi salah satu magnet utama yang menyedot perhatian penonton.
Pertarungan di lapangan bukan hanya soal teknik, melainkan cerminan dari latihan keras dan sistem pembinaan yang panjang.
Kemenangan dramatis dirasakan oleh tim bola voli putra MAN 4 Kabupaten Sukabumi yang bermarkas di Kecamatan Purabaya.
Agung, siswa kelas 3 yang menjadi andalan timnya, mengungkapkan rasa syukur setelah berhasil menumbangkan MA Al-Basri dari Kecamatan Kalapanunggal dengan skor ketat 2-1 di babak delapan besar.
Kemenangan ini membawa mereka melaju ke babak semifinal. Namun, di balik keberhasilan tersebut, tersimpan cerita kemandirian para atlet dari wilayah selatan Sukabumi ini.
Agung mengaku bahwa persiapan yang mereka lakukan sangat intens, bahkan dilakukan secara individu jika pembina berhalangan hadir.
“Latihan tiap hari untuk mempersiapkan ini. Secara individu latihannya kalau tidak ada pembina,” ujar remaja berusia 18 tahun tersebut dengan penuh semangat usai pertandingan pada Kamis (30/4).
Jika MAN 4 Sukabumi bercerita tentang kemandirian, lain halnya dengan MAN 1 Kabupaten Sukabumi yang mengedepankan sistem pembinaan terstruktur sejak dini.
Pelatih sekaligus guru PJOK MAN 1 Kabupaten Sukabumi, Yopi Hermawan menjelaskan, bahwa kekuatan timnya saat ini adalah buah dari lembaga rintis yang ia bangun sejak tahun 2016 melalui Ekskul Mansa.
MAN 1 Kabupaten Sukabumi bahkan memiliki program unggulan berupa beasiswa jalur prestasi bola voli dan futsal untuk merekrut bibit unggul dari tingkat SLTP/MTs. Hasilnya, mereka secara konsisten masuk dalam jajaran tiga hingga empat besar di wilayah 2 Bogor selama satu dekade terakhir.
Pada Porismas kali ini, MAN 1 Sukabumi melaju ke semifinal setelah menang telak 2-0 melawan SMAN 1 Ciemas. Yopi menegaskan ambisinya untuk mempertahankan gelar yang telah diraih sebelumnya.
“Harapan untuk tim kami, mudah-mudahan kita bisa mempertahankan juara bertahan dari tahun 2025. Hari ini kita berjuang keras untuk mempertahankan juara kembali hingga final,” tegas Yopi.
Gelaran Porismas Cup yang berlangsung dari tahun ke tahun ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para praktisi olahraga sekolah. Ajang ini dinilai bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga di sekolah-sekolah se-Sukabumi.
Sementara itu, Ketua Panitia Porismas Seksi Bola Voli, Siswa Joko Nuasa Sembiring, S.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme dan gairah luar biasa yang ditunjukkan oleh para peserta dalam ajang Pekan Olahraga Resimen Mahasiswa (Porismas).
Dalam arahannya di Setukpa Lemdiklat Polri, Joko menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang adu kekuatan fisik atau kecepatan. Menurutnya, lapangan olahraga merupakan laboratorium karakter yang sangat penting bagi para calon pemimpin Polri di masa depan.
“Porismas bukan sekadar ajang mencari siapa yang tercepat atau siapa yang terkuat. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk mengasah jiwa korsa dan sportivitas,” ujar Joko Nuasa Sembiring.
Ia berpesan kepada seluruh atlet agar senantiasa menjaga keseimbangan antara keberanian dan kerendahan hati selama bertanding.
Joko mengingatkan bahwa kemenangan harus menjadi pemacu prestasi, sementara kekalahan wajib dijadikan bahan evaluasi untuk pengembangan diri.
“Di lapangan kita rival, namun di luar lapangan kita adalah satu keluarga besar Polri yang solid,” tegasnya.
Selain memberikan motivasi, pihak panitia juga menjamin bahwa seluruh rangkaian pertandingan akan dilaksanakan secara transparan dan adil.
Hal ini dilakukan demi menjaring bibit-bibit unggul yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki mentalitas juara dalam menjalankan tugas negara nantinya.
Menutup arahannya, Joko mengajak seluruh peserta untuk terus mengobarkan semangat sportivitas di setiap laga. “Selamat bertanding, kobarkan semangat sportivitas, dan raihlah kejayaan dengan cara yang ksatria,” pungkasnya. (Den)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503087/original/002679900_1771083848-Dancow_Indonesia_Cerdas_1.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482516/original/097675800_1769226563-IMG_3742.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500165/original/009970600_1770817333-1280x847.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468470/original/003241900_1767952076-LAURENT_DESIGN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494340/original/092829300_1770285248-0L5A4829.jpg)

