Exit Tol Bocimi Seksi III Ruas Parungkuda mengalami kepadatan luar biasa hingga menimbulkan kemacetan panjang pada Jumat (3/4/2026).
SUKABUMI – Exit Tol Bocimi Seksi III Ruas Parungkuda mengalami kepadatan luar biasa hingga menimbulkan kemacetan panjang pada Jumat (3/4/2026). Ratusan kendaraan dari arah Bogor menuju Sukabumi menumpuk di pintu keluar tol sejak pagi hingga siang hari. Kondisi ini terjadi karena tingginya volume kendaraan yang melintas bertepatan dengan libur nasional Paskah.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer. Para pengendara harus bersabar menunggu giliran keluar dari gerbang tol, sementara petugas kepolisian dan pengelola tol berupaya mengurai kepadatan dengan rekayasa lalu lintas.
Dedeng Suryadi (45), seorang pengendara asal Bogor, mengaku terjebak di exit tol Parungkuda selama hampir satu jam.
“Saya masuk dari arah Bogor sekitar pukul 09.00 WIB, tapi begitu sampai di exit Parungkuda langsung tersendat. Sudah satu jaman saya menunggu, kendaraan hanya maju sedikit demi sedikit. Rasanya sangat melelahkan,” ungkap Dedeng.
Ia menambahkan, kondisi ini membuat perjalanan yang seharusnya singkat menjadi jauh lebih lama. Dedeng berharap pihak terkait dapat segera mencari solusi agar kemacetan tidak berulang setiap kali libur panjang.
Kasat Lantas Polres Sukabumi, melalui keterangan resmi, menjelaskan bahwa kemacetan di exit tol Bocimi Seksi III Parungkuda disebabkan lonjakan kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan keluar.
“Volume kendaraan meningkat tajam karena libur Paskah. Banyak masyarakat dari arah Bogor dan Jakarta yang menuju Sukabumi untuk berwisata maupun pulang kampung. Kami sudah menurunkan personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas, termasuk membuka jalur alternatif agar arus kendaraan bisa terbagi,” jelasnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan jalur alternatif, serta menjaga kesabaran di jalan. Selain itu, pengendara diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas agar tidak menambah kemacetan.
Kemacetan panjang ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi lokal. Sejumlah pedagang di sekitar Parungkuda mengaku mendapat keuntungan dari banyaknya kendaraan yang terjebak, karena pengendara memilih berhenti sejenak untuk membeli makanan dan minuman. Namun, bagi warga yang hendak beraktivitas, kondisi ini justru menyulitkan karena akses jalan menjadi terbatas.
Pengelola tol bersama kepolisian berencana menambah petugas di lapangan dan mempercepat proses transaksi di gerbang tol. Selain itu, sosialisasi penggunaan kartu tol elektronik terus digencarkan agar tidak terjadi antrean panjang di loket pembayaran.
Kemacetan di exit tol Bocimi Seksi III Parungkuda pada Jumat 3 April 2026 menjadi gambaran nyata tantangan infrastruktur menghadapi lonjakan kendaraan saat libur panjang. Testimoni pengendara seperti Dedeng Suryadi dan keterangan kepolisian menegaskan perlunya solusi jangka panjang agar arus lalu lintas lebih lancar di masa mendatang.(hnd)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515320/original/063647700_1772170133-dokumentasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5446680/original/044858100_1765938416-superbank_2.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4013597/original/031370100_1651622000-krists-luhaers-AtPWnYNDJnM-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450042/original/009205900_1766126284-Slide_2__1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454271/original/095674700_1766555170-santa-1058671_1280.jpg)